Usai Hadiri Makan Siang dengan Presiden Prancis, PM Portugal Tes Virus Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Perdana Menteri Portugal, Antonio Costa mengambil inisiatif untuk melakukan tes virus corona setelah ia bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Berdasarkan hasil tes, PM Costa dinyatakan negatif. Meski demikian, PM berusia 59 tahun itu akan tetap mengisolasi diri selama beberapa hari, sampai otoritas kesehatan memutuskan berada lama dia harus tinggal di rumah.

“Saya merasa baik dan tanpa gejala apa pun,” tulis PM Costa di akun Twitter-nya, melansir Reuters.

Kantor sang Perdana Menteri mengabarkan, dia akan bekerja dari jarak jauh. PM Costa sendiri sudah membatalkan semua aktivitas publiknya, termasuk kunjungan resmi ke Sao Tome dan Principe, serta Guinea Bissau antara 18 Desember dan 20 Desember.

Presiden Macron dan PM Costa turut dalam jamuan makan siang di Istana Elysee pada Rabu (15/12). Keduanya sempat membahas prioritas kepresidenan Dewan Eropa Portugal yang akan datang, yang dimulai bulan depan.

Pada Kamis (17/12), kantor Kepresidenan Prancis menyatakan Presiden Macron positif terinfeksi virus corona. Fakta ini membuat sejumlah pemimpin negara-negara Eropa melakukan tes virus corona, termasuk Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez yang kemudian dinyatakan negatif.

Dalam foto-foto yang beredar, Presiden Macron dengan hangat menyambut Costa di Istana Elysee. Keduanya mengenakan masker saat mereka berdiri di luar pintu masuk gedung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini