Cegah Corona, Pramugari Cina Dilarang ke Toilet Selama Terbang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Demi menjamin penerbangan bebas corona (covid-19), otoritas Cina mengeluarkan sejumlah peraturan ketat. Salah satunya dengan melarang pramugari ke toilet selama di udara. Sebagai gantinya, semua awak kabin dianjurkan untuk memakai popok.

“Awak kabin disarankan untuk memakai popok sekali pakai dan menghindari penggunaan toilet kecuali keadaan khusus untuk menghindari risiko infeksi,” demikian penjelasan pedoman dari Administrasi Penerbangan Sipil Cina, Melansir The New York Post.

Peraturan lain yang dikeluarkan oleh otoritas Cina adalah merekomendasikan pramugari memakai pakaian dalam sekali pakai dan alat pelindung diri lainnya seperti masker, kacamata dan penutup sepatu. Rekomendasi lainnya termasuk membagi kabin menjadi area bersih, zona penyangga, area duduk penumpang dan area karantina, yang dipisahkan oleh tirai sekali pakai.

“Tiga baris tempat duduk yang terletak di belakang pesawat harus digunakan sebagai zona karantina darurat”, menurut pedoman baru.

Rekomendasi tersebut diperuntukan awak pesawat dalam penerbangan ke dan dari negara berisiko tinggi corona. Peraturan ini ditetapkan setelah studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Agustus menemukan bahwa virus corona dapat menyebar di pesawat, bahkan di antara penumpang tanpa gejala.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini