Google Tampilkan Year in Search 2020, Ada Glenn Fredly hingga Kobe Bryant

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Situs pencarian raksasa, Google menampilkan sesuatu yang baru untuk warganet. Situs itu mengumumkan Year in Search 2020 yang menawarkan informasi dan peristiwa tentang momen dan tren 2020 berdasarkan penelusuran yang dilakukan di Indonesia.

Di tahun 2020 ini, banyak sekali peristiwa yang mengejutkan, menyedihkan dan memprihatinkan. Tentu yang tak bisa dibantah ialah wabah Covid-19. Bukan cuma pandemi, Google Year in Search juga menampilkan beberapa peristiwa lainnya yang berhasil menggemparkan jagat maya.

Di awal tahun 2020, kematian atlet basket dunia, Kobe Bryant tentu tak akan bisa dilupakan. Legenda Lakers itu meninggal akibat kecelakaan helikopter bersama sang putri, Gianna. Peristiwa itu terjadi pada 26 Januari 2020.

Tak hanya itu, Google in Search juga menampilkan peristiwa lainnya seperti belajar mengajar yang dilakukan secara online, hebohnya film Parasite, munculnya tagar Black Lives Matter, wafatnya aktor Chadwick Boseman hingga kematin musisi Indonesia, Glenn Fredly.

Semua momen itu terangkum dalam sebuah video berdurasi 3 menit lebih 7 detik. Kamu bisa melihat ringkasan beragam peristiwa yang terjadi di tahun 2020 dalam video singkat itu.

Untuk melihat video Google Year in Search 2020 pun sangat mudah. Kamu hanya perlu membuka laman pencarian tersebut dan lihat bagian bawah kolom pencarian.

Akan terlihat tulisan see the top search trends of 2020. Lalu, klik dan kamu akan dialihkan ke laman YouTube untuk menyaksikan video tersebut.

Gimana? Sudah coba gaes?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi Bendungan dan Irigasi Perkuat Ketahanan Indonesia di Tengah Kemarau

Oleh: Alfariz Ghani )*Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada 2026 menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan yang matang. Ancaman penurunan ketersediaan air, gangguan produksi pangan, hinggameningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah menuntut langkahantisipatif yang terukur. Dalam situasi musim kemarau seperti ini, pemerintah menunjukkankeseriusannya dengan menempatkan optimalisasi bendungan dan jaringan irigasi sebagai fondasi utama menjaga ketahanan nasional.Langkah yang dilakukan pemerintah menjadi sangat penting mengingathasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun 2026 bertepatan dengan fenomena El Nino yang berpotensi membuat kondisi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis Indonesia. Pemerintah tidak menunggu dampak kemarau terjadi. Sejak awal, berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan pasokan air tetaptersedia dan sektor pertanian tetap produktif. Kementerian PekerjaanUmum menegaskan bahwa musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama perlu diantisipasi melalui langkah yang terencana, terukur, dan terintegrasi.Dalam menghadapi kondisi tersebut, bendungan memiliki peran yang sangat strategis. Keberadaan bendungan tidak hanya berfungsi sebagaipenampung air saat musim hujan, tetapi juga menjadi sumber pasokanutama ketika curah hujan menurun. Melalui pengelolaan yang tepat, air yang tersimpan dapat dimanfaatkanuntuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mendukung sektor pertanian, hingga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.Pemerintah memahami bahwa keberhasilan bendungan tidak hanyaditentukan oleh kapasitas tampungannya. Yang tidak kalah penting adalahbagaimana air yang tersedia dapat didistribusikan secara efektif melaluijaringan irigasi yang andal. Karena itu, penguatan sistem irigasi menjadibagian penting dari strategi nasional menghadapi kemarau.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Adenan Rasyid, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkansejumlah langkah prioritas dalam menghadapi kemarau panjang. Salah satunya adalah optimalisasi operasi tampungan air melalui pengaturanalokasi yang berbasis data dan kebutuhan prioritas. Pendekatan inimemungkinkan setiap tetes...
- Advertisement -

Baca berita yang ini