MUI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Bentrok Polisi dan Laskar FPI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bentrok antara polisi dan Laskar FPI ikut ditanggapi oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti. Ia meminta agar masyarakat tak terprovokasi dengan kejadian tersebut.

“Masyarakat sebaiknya menahan diri dan tidak melakukan aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan kekerasan dan hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya, Senin 7 Desember 2020.

Abdul Mu’ti pun turut prihatin dengan insiden tersebut. Ia pun berharap agar peristiwa ini bisa diselesaikan hingga tuntas.

“Untuk memastikan polisi tidak melakukan pelanggaran diperlukan penyelidikan oleh pihak berwenang,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Anggota Polda Metro Jaya diserang oleh Laskar FPI di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek, Senin dini hari. Mereka dikabarkan membawa senjata api dan sejumlah benda tajam. Polisi pun melakukan tindakan tegas terukur dan menewaskan 6 laskar FPI. Sementara 4 orang yang lainnya hingga kini masih buron.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini