Bikin Malu! Perkara Plastik Face Shield Belum Dibuka, Penumpang Ini Sebut KAI Buang-buang Anggaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di masa pandemi ini, pelindung wajah baik masker maupun face shield menjadi kebutuhan dan harus selalu digunakan setiap hari. Bahkan, beberapa transportasi umum mulai menyediakan alat pelindung wajah tersebut agar bisa menekan risiko penularan Covid-19.

Tak terkecuali pihak Kereta Api Indonesia (KAI). Perusahaan ini menyediakan face shield untuk para penumpangya yang bisa dipergunakan saat menaiki kereta api.

Sayangnya, ada saja komentar tak sedap dari penumpang terkait pemberian pihak KAI itu. Seperti halnya yang dilakukan penumpang ini.

Ucapannya viral di Twitter usai berkomentar masalah face shield buram yang diberikan pihak KAI. Bahkan, pemilik akun Twitter @ibadur29 marah-marah dan mengatakan KAI hanya buang-buang anggaran.

“Halo @KAI121 kalo face shieldnya buram kayak gini, ga nyaman dipakai buang-buang anggaran ini mah,” tulis netizen tersebut.

Mengetahui ada penumpangnya yang mengatakan demikian, pihak KAI pun membalas cuitan itu dengan menohok.

“Selamat siang. Mohon maaf, silahkan dilepaskan terlebih dahulu lapisan plastik pada face shield ya. Terimakasih,” balas admin KAI.

Cuitan pengguna Twitter tersebut pun langsung mengundang komentar warganet. Mereka ramai-ramai menghujat pemilik akun tersebut lantaran asal-asalan memberi komentar.

“Malu bertanya, protes di Twitter, trus malu pula di Twitter,” kata akun @vella_hanna.

“Suudzon banget dah bilang buang-buang anggaran,” tulis akun @jyuminten.

“Gua kalo jadi dia langsung pulang cuci muka saking malunya,” komentar akun monmaapp.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini