Badan Lelah dan Lemas Usai Bangun Tidur, Kenali 9 Penyebabnya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tubuh terasa begitu lemas dan lelah usai bangun tidur, padahal kamu sudah merasa tidurmu cukup nyenyak. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi, apa selama ini tidurmu belum benar-benar dikategorikan tidur nyenyak?

Umumnya mungkin kita lebih familiar dengan istilah tidur nyenyak dan tidak nyenyak. Padahal diluar hal tersebut, tidur ternyata melewati beberapa fase tahapan. Tidur nyenyak merupakan tahapan ketiga dalam tidur.

Dimana pada tahap ini, kamu akan menjadi kurang responsif dari berbagai aktivitas di lingkungan. Jika kamu berada pada tahap ini, maka kamu akan lebih sulit untuk dibangunkan, karena terlalu lelap dalam tidurmu.

Lalu mengapa saat bangun tidur badan terasa lemas dan lelah? Dilansir dari kanal YouTube SB30 Health, Dr. Sungadi Santoso mengatakan ada banyak penyebab badan terasa lelah usai bangun tidur. Beberapa penyebab tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Membawa Pekerjaan ke Tempat Tidur

Penyebab pertama yang dapat membuat badan lemas dan lelah usai bangun tidur adalah karena membawa pekerjaan sehari-hari ke tempat tidur. Membawa pekerjaan ke atas tempat tidur ini bukan hanya ia yang membawa smartphone atau laptopnya ke atas tempat tidur saja.

Tapi juga ia yang sudah di tempat tidur namun pikirannya masih terfokus pada pekerjaan. Membawa pekerjaan ke tempat tidur ini ternyata dapat membuat kualitas tidurmu menjadi tidak baik.

2. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Kafein

Terlalu banyak mengkonsumsi kafein dapat membuatmu menjadi lebih terjaga di malam hari. Sehingga seharusnya tidur lebih awal, malah tidak bisa tidur dan baru bisa tidur ketika sudah larut malam. Pada keesokan harinya seharusnya badan terasa lebih segar karena tidur awal, malah akan terasa lemas dan lelah karena kekurangan jam tidur.

3. Makan Berlebihan Sebelum Tidur

Saat kita beristirahat, seharusnya organ tubuh seperti usus pun beristirahat juga. Namun saat kita memasukkan banyak makanan di malam hari, otomatis usus akan tetap bekerja mencerna makanan yang kita makan. Sehingga hal ini dapat menyebabkan tubuh terasa tidak segar saat bangun tidur.

4. Jarang Berolahraga

Olahraga dapat memperbaiki sirkulasi darah dan memperbaiki metabolisme tubuh. Dengan rutin berolahraga dapat membuat tidurmu menjadi lebih lelap. Saat kamu jarang atau bahkan tidak pernah berolahraga, kualitas tidurmu pun akan menjadi kurang bahkan tidak baik.

5. Dehidrasi

Dehidrasi dapat menjadi penyebab tubuh terasa lemas dan lelah usai bangun tidur. Pasalnya, saat dehidrasi berarti tubuh mengalami kekurangan cairan dan sirkulasi darah pun berjalan tidak baik. Saat kamu dehidrasi, usahakan untuk segera isi tubuhmu dengan cairan, agar metabolisme berjalan dengan baik kembali.

6. Anemia

Saat kamu melakukan aktivitas ataupun tidur, tubuh tetaplah membutuhkan oksigen. Pada pengidap penyakin anemia, sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen di dalam tubuh berkurang. Sehingga hal ini yang menjadi penyebab tubuh terasa lemas saat bangun tidur.

7. Hipotensi

Hipotensi adalah tekanan darah rendah. Saat kamu mengalami hipotensi, tubuh akan terasa lemas saat bangun tidur. Untuk mengatasinya, kamu dapat memulai dengan memperbaiki pola makan dan rajin untuk berolahraga.

8. Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan suatu kondisi dimana kadar gula darah mengalami fase yang terlalu rendah. Umumnya hal ini terjadi pada penederita kencing manis atau diabetes. Saat pola makannya tidak teratur, lupa makan dan minum obat, keesokan harinya ia akan mengalami kadar gula darah yang drop. Sehingga hal inilah yang memicu badan lemas dan lelah usai bangun tidur.

9. Efek Samping Obat atau Alkohol

Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi dapat membuat tubuhmu menjadi lemas dan lelah pada keesokan harinya. Misalnya obat penenang yang dikonsumsi berlebihan ataupun akibat telah mengkonsumsi alkohol pada malam harinya. Kedua hal inilah yang menjadi penyebab tubuh terasa lemas dan lelah saat bangun tidur.

Penulis: Rini Apriliani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini