Jazz Populer di Indonesia karena TVRI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Musik Jazz di Indonesia tak bisa dipisahkan dengan kehadiran Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Saat itu TVRI baru saja berdiri dan mulai siaran dalam rangka menyambut Asian Games 1962. Jack Lemmers alias Jack Lesmana bersama Jopie Item saat itu mengisi pertunjukan musik jazz di TVRI. Sejak saat itulah jazz makin dikenal luas berkat adanya saluran televisi.

TVRI saat itu melakukan rekaman acara jazz di Selebriti Studio, Kebayoran. Hal ini terungkap dari wawancara Historia dengan praktisi musik Bens Leo. ”Yang mengenalkan jazz secara audio visual itu Jack Lesmana di TVRI. Mereka melakukan rekaman awalnya di Selebriti Studio, Kebayoran Baru. Kalau nggak ada TVRI, mungkin musik jazz tidak akan dikenal sampai menyeluruh seperti sekarang,” kata Bens.

Perkembangan musik jazz di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Masuknya musik ini di Indonesia tak bisa dilepaskan dari keberadaan orang Eropa. Merekalah yang mengenalkan gaya musik baru ini lewat piringan hitam. Alfred D Ticoalu dalam tulisannya “Irama Jazz dan Peranakan Tionghoa” menyebutkan jika The American Jazz Band adalah band jazz pertama yang datang ke Batavia pada 1919.

Musik Jazz pun mengalami masa populer di tahun 1950-an. Di Surabaya ada grup Chen Brothers yang dibentuk oleh Teddy Chen. Formasi band ini adalah Teddy sebagai pemain klarinet, Nico pada drum, bass oleh Jopie dan Bubi pada piano. Band ini juga punya additional player seperti Jack Lesmana dan merupakan ayah dari Indra Lesmana.

Pada tahun 1970 hingga 1990-an adalah era kejayaan bagi musik jazz di Indonesia, munculnya sederet musisi yang mencoba memainkan musik jazz di era ini. Ireng Maulana, Benny Likumahuwa dan Elfa Secoria menghadirkan musik jazz dengan bermacam-macam lagu yang bisa dinikmati anak-anak muda. Di tahun 1980-an, hadir sebuah grup band beraliran jazz yang diidolakan remaja saat itu bernama Krakatau yang dibentuk oleh Indra Lesmana dan beberapa temannya.

Kehadiran band jazz yang bernama Squirrel asal Surabaya yang salah satu anggotanya adalah Dewa Budjana membuat musik jazz di Indonesia semakin berwarna. Musik jazz semakin populer karena di bentuknya Institute Musik Indonesia dan Sekolah Musik Indonesia yang sampai saat ini masih mencetak musisi-musisi terbaik, terutama genre jazz, di Tanah Air.

Namun, di penghujung tahun 1990, musik jazz sempat redup karena hadirnya musik dance, melayu, dan pop ke Indonesia. Musik jazz disebut-sebut sebagai musik tua dan musik yang membosankan pada saat itu.

Walaupun sempat redup, kehadiran Syaharani bersama Bubi Chen, Benny Likumahua, Sutrisno, Oele Pattiselano, dan Cendi Luntungan dengan album jazz yang berjudul “What a Wonderfull World” membuat musik jazz kembali dilirik masyarakat. Di tahun 2000 hingga saat ini, musik jazz masih berkembang dengan beragam perkembangan teknologi, sehingga para musisi dapat berimprovisasi dan bereksperimen. Musisi-musisi seperti grup band Maliq & D’Essentials, Andien, Tompi, dan Tulus yang masih mewarnai dan meramaikan musik jazz sampai saat ini.

Reporter: Fachmi Juniyanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini