Rupiah Diprediksi Tutup Akhir Pekan di Zona Merah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diprediksi akan melanjutkan pelemahan pada akhir pekan, 13 November 2020. Kemarin, rupiah melemah 0,60 persen ke level Rp 14.170 per dolar AS.

Analis HFX International Berjangka Ady Phangestu mengatakan, secara teknikal pelemahan rupiah berpotensi untuk berlanjut di akhir pekan ini. penyebabnya karena penguatan indeks dolar AS yang rebound dari level 92 dolar AS.

“Ini membuat dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang mayor lainnya,” katanya, Kamis sore melansir kontan.co.id.

Sementara dari domestik, rupiah masih akan susah menguat lantaran perkembangan angka pertumbuhan penjualan ritel masih negatif. Sebagai informasi, penjualan ritel di September 2020 terkontraksi 8,7 persen, meski membaik dari bulan sebelumnya.

Ady pun memprediksi laju rupiah hari ini akan bergerak dari Rp 14.000 per dolar hingga Rp 14.100 per dolar AS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini