Tak Jua Membaik, Pembatasan di Prancis Kian Ketat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Walikota Anne Hidalgo mengatakan Paris akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat demi mengekang penyebaran virus Corona yang kian memburuk. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menutup lebih banyak toko di waktu malam.

Toko-toko yang dimaksud mencakup toko-toko yang menjual makanan dan minuman take away jam 10 malam waktu setempat. Aturan ini akan menggantikan lockdown nasional yang telah diberlakukan di seluruh Prancis.

Presiden Emmanuel Macron resmi memberlakukan lockdown nasional pada bulan lalu, memaksa toko-toko dengan produk tidak penting –seperti tidak menjual makanan pokok atau obat-obatan- untuk tutup, dan mewajibkan orang-orang membawa dokumen yang telah ditandatangani apabila mereka akan keluar rumah.

Meski sederet peraturan telah diterapkan, pihak berwenang Prancis percaya masih banyak tindakan yang harus dilakukan di Kota Prancis mengingat masih banyak orang berkeliaran di waktu malam.

Kebijakan lockdown dan pembatasan terkait virus Corona sejatinya menuai pro-kontra, bahkan perlawanan di seluruh daratan Eropa. Bahkan di Prancis dan Spanyol yang memiliki kasus infeksi virus Corona tertinggi. Belum lagi pihak rumah sakit yang mengaku kewalahan menangani pasien virus Corona.

“Ketika kita melihat orang-orang tidak mematuhi aturan main, dan karena itu membahayakan kesehatan banyak orang, saat itulah kita perlu menerapkan pembatasan baru,” kata Hidalgo, melansir Reuters, Kamis, 5 November 2020.

Pada Rabu (4/11), Pemerintah Prancis melaporkan 40,558 kasus baru virus Corona dan sebanyak 385 kematian, menambak total kematian di Prancis akibat virus Corona menjadi 38,674, sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai angka 1,5 juta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini