Innalillahi, Telah Wafat Dalang YouTube Ki Seno Nugroho yang Dicintai Milenial

Baca Juga

MATA INDONESIA, YOGYAKARTA – Di kalangan pecinta wayang kulit nama Seno Nugroho sudah pasti tidak setenar Ki Nartosabdo, Ki Manteb Soedharsono bahkan Ki Enthus Susmono.

Namun Seno Nugroho mampu membuat kaum milenial betah duduk semalam suntuk menyaksikan kisah yang dibawakannya, bahkan mereka yang tidak bisa nonton langsung bisa menyaksikannya melalui akun YouTube. Maka tak heran tagar Ki Seno Nugroho menjadi trending saat dia wafat, Rabu 4 November 2020.

Tidak seperti dalang-dalang terkenal itu, Seno Nugroho bahkan dengan sengaja mendokumentasikan setiap pertunjukannya melalui akun YouTubenya tersebut.

Setiap mengadakan pertunjukkan dua operator kamera perekam aksinya juga ikut sibuk mendokumentasikan agar bisa diunggah di akun tersebut.

Seno pernah mengaku penggunaan media sosial untuk mengabadikan setiap pertunjukkannya memang terbukti mampu menarik minat kalangan milenial.

Sebab, almarhum Seno tahu setiap orang, bahkan anak SD gemar berselancar di platform berbagi video tersebut melalui telepon seluler masing-masing.

Upayanya benar-benar efektif karena pementasannya minimal dilihat 10 ribu penonton pada malam pementasannya, bahkan pernah mencapai 20 ribu penonton.

Kecintaan milenial terhadap wayang kulit berkat Seno Nugroho bukan isapan jempol. Sebab, banyak komentar mereka di akun YouTube Seno Nugroho seperti diungkapkan pemilik akun @i love indonesia yang mengaku menikmati wayang kulit karena almarhum Seno Nugroho.

“Mulai jatuh cinta pertama kali untuk menikmati pagelaran wayang yaitu melihat pagelaran pak dalang alm.seno nugroho, terimakasih untuk tuntunan,tontonan,tatanan,kagem kula lan penggemar almarhum….swargo langgeng kagem bapak…. .”

Sayang Allah SWT cepat memanggil beliau dalam usia 48 tahunsebelum seluruh milenial menyintai wayang kulit seperti mereka menyukai campur sari yang dibawakan almarhum Didi Kempot.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini