Kepolisian Lyon Bebaskan Tersangka Penembakan Pastor Ortodoks

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pihak kepolisian di Lyon telah membebaskan tersangka awal penembakan seorang Pastor Ortodoks asal Yunani. Korban yang diketahui bernama Nikolas Kakavelakis ditembak saat ia sedang menutup rumah ibadah, Sabtu (31/10) sore waktu setempat.

Sebelumnya, Sky Sports melaporkan senjata yang digunakan pelaku untuk menembak Pastor Nikolas adalah senapan untuk berburu. Kabar terbaru menyatakan, senjata jenis sawn-off shotgun yang digunakan si pelaku.

Melansir BBC, Senin, 2 November 2020, Kantor Kejaksaan Lyon tidak menemukan bukti keterlibatan pria tersebut, dengan kata lain pelaku masih buron.

Otoritas Lyon membuka penyelidikan atas kasus percobaan pembunuhan tersebut. Sejumlah laporan mengindikasikan adanya motif pribadi di balik penembakan yang menewaskan Pastor Nicolas.

Dalam sebuah pernyataan, Jaksa Penuntut Umum Lyon, Nicolas Jacquet mengatakan seseorang yang mirip dengan deskripsi sejumlah saksi telah ditahan oleh pihak kepolisian. Akan tetapi, tersangka dibebaskan karena para penyidik tidak memiliki bukti pria tersebut terkait dengan penembakan.

“Kami berdoa semoga korban segera sembuh dan kami dengan tegas mengutuk segala bentuk kekerasan,” demikian dikatakan Keuskupan Suci Gereja Ortodoks Yunani di Prancis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini