Soal Penundaan Liga 1 dan Liga 2 Hingga Awal 2021, Begini Penjelasan PT LIB

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Usai melakukan rapat komite eksekutif (exco), PSSI memutuskan menunda kompetisi hingga awal 2021. Operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan penjelasan.

PSSI memutuskan, kompetisi tak bisa dilanjutkan di 2020. Awalnya, PSSI berharap kompetisi bisa dilanjutkan lagi pada 1 Oktober, tapi tidak mendapat izin dari kepolisian.

Kemudian, PSSI berharap kompetisi dilanjutkan pada 1 November. Tapi, lagi-lagi tak mendapat izin dari kepolisian. Hingga akhirnya PSSI mengumumkan kompetisi ditunda hingga awal 2021. PSSI tak menyebut dengan jelas kapan tepatnya kompetisi akan dilanjutkan.

“Kalau kita lihat November, izin kepolisian juga belum turun sampai sekarang. Terus Desember juga lebih berat lagi karena ada Pilkada,” ujar Direktur PT LIB, Akhmad Hadian Lukit, Kamis 29 Oktober 2020.

“(Dilanjutkan) Januari juga jadi pertimbangan bagaimana persiapan klub, makanya yang paling aman itu di Februari,” tambahnya.

“Kalau bisa sih awal (Februari). Persiapan dari Januari, satu bulan. Pemain dikumpulkan dulu atau mesti dikontrak kembali. Saya tak tahu itu urusan klub,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini