Asik, Berwisata di Banyuwangi Gratis Ongkos Bus Sampai Akhir Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANYUWANGI  – Untuk membangkitkan pariwisata di Banyuwangi, Kementerian Perhubungan bersama dengan Perum Damri menyediakan angkutan wisata gratis ke sejumlah destinasi di sana.

Angkutan tersebut antara lain dengan rute ke  Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran di Situbondo.

“Kami mendapatkan perintah dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub untuk program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid19. Damri diminta menyediakan armada angkutan gratis bagi wisatawan pada kawasan strategis pariwisata nasional di Banyuwangi,” General Manager Damri Banyuwangi Resta Mahardika di Banyuwangi, Kamis 22 Oktober 2020.

Menurut dia, program ini sudah sejak 15 Oktober 2020 dan berlanjut hingga akhir Tahun 2020.

Untuk menjalankan program tersebut, Damri menyiapkan delapan armada, terdiri dari empat unit medium bus, masing-masing berkapasitas 20 orang dan empat unit jenis bus mini berkapasitas 14 orang per armada.

Layanan itu siap setiap hari, tetapi penumpang harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid19.

Artinya, petugas maupun penumpang wajib dicek suhu tubuhnya, mengenakan masker, menjaga jarak dan rutin menggunakan cairan pembersih tangan.

Angkutan wisata gratis itu diberangkatkan dari halaman parkir Taman Sritanjung menuju empat objek wisata tersebut.

Untuk memanfaatkan layanan gratis itu penggunanya harus melakukan pendaftaran secara daring melalui Damri Apps.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda menyambut baik program Kemenhub itu, dengan harapan layanan ini bisa mendorong geliat ekonomi lewat sektor pariwisata daerah.

Berikut jadwal layanan angkutan gratis rute wisata Banyuwangi, Kawah Ijen berangkat pukul 09:00 WIB, 15:00 WIB, 21:30 WIB, dan pulang pukul 09:00 WIB, 15:00 WIB, 21:30 WIB.

Rute Baluran berangkat 07:30 WIB, 12:00 WIB, 15:00 WIB dan pulang 09:00 WIB, 11:00 WIB, 17:00 WIB. Rute Taman Nasional Alas Purwo, berangkat pukul 07:00 WIB, 08:30 WIB, pulang 14:30 WIB, 15:30 WIB.

Rute selanjutnya ke Pulau Merah ada dua kali keberangkatan, pukul 09:00 WIB dan 11:00 WIB, pulang pukul 15:00 WIB dan 17:00 WIB.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini