Situng KPU 67,67 Persen, Suara Jokowi Tak Terbendung

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Tercatat, Senin pukul 07.17 WIB, data suara Pilpres 2019 yang masuk ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencapai 67,676 persen.

Total suara sementara yang masuk itu berasal dari 550.446 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 813.350 TPS di seluruh Indonesia.

Paslon nomor urut 01 dalam Pilpres 2019 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin memperoleh 56,31 persen suara atau sebanyak 58.388.329 suara. Sementara lawannya, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto/Sandiaga Salahudin Uno meraup 43,69 persen atau 45.301.694 suara.

Pengunggahan data di Provinsi Bengkulu hampir selesai dengan 99,9 persen data masuk. Bengkulu lalu disusul provinsi Bali (99,4 persen), Gorontalo (99,1 persen), dan Kepulauan Bangka Belitung (97,7 persen) Sementara data dari TPS di luar negeri mencapai 87,6 persen.

Sementara Provinsi Papua memiliki persentase terkecil data yang diunggah yaitu sebanyak 6,8 persen.

Di satu sisi untuk Pileg tingkat nasional atau pileg DPR RI, pada waktu yang sama data yang terkumpul di situng baru 30,93 persen. Total suara yang masuk itu berasal dari 251.616 dari 813.350 TPS. Data sementara PDIP memimpin perolehan suara mencapai hampir 20 persen disusul Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKB.

Data yang dimasukkan ke Situng adalah data formulir C1 atau hasil penghitungan tiap TPS yang dipindai dan diunggah ke sistem. Penghitungan suara pada Situng seringkali disebut dengan real count KPU dan merupakan bentuk transparansi bagi masyarakat untuk turut memantau hasil Pemilu 2019.

Namun, data Situng bukan hasil resmi karena penetapan rekapitulasi suara akhir tetap dilakukan berdasarkan penghitungan manual berjenjang dari kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, kemudian nasional.

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini