Innalillah, Banjir dan Longsor Menghantam Poso

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bencana banjir dan tanah longsor tengah menghantam Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Sekda Poso Yan Guluda berkata, ada lima titik longsor yang terjadi pada Kamis 15 Oktober 2020 malam, di sepanjang Desa Tangkura dan Desa Sangginora, yang mengakibatkan akses jalan darat terputus.

Ia mengetahui adanya longsor itu setelah dirinya mendampingi Penjabat Bupati Poso Arfan bersama rombongan yang hendak menghadiri peresmian gedung gereja di Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore (Napu), namun batal akibat tertahan longsor di Desa Tangkura.

“Iya benar, saya tidak jadi ke Napu, tapi saya sudah kunjungi titik longsor itu, dan rombongan bupati batal ke Napu langsung balik kembali ke Poso,” kata Yan, Jumat 16 Oktober 2020.

Selain longsor, sebagian wilayah Poso juga dilanda banjir yang menggenangi Desa Tangkura mengakibatkan permukiman warga tergenang.

“Meskipun tidak separah banjir tahun lalu, namun pihak Pemkab Poso telah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso, Musdar mengatakan terkait jalan longsor itu pihaknya telah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dia mengatakan selain longsor banjir juga melanda Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota, dan Kelurahan Sayo Kecamatan Lage.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih Tumbuh dari Kebutuhan Warga

Oleh: Yusuf Rinaldi*Pembangunan ekonomi desa terus menjadi prioritas pemerintah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintahmemastikan petani memperoleh pupuk tepat waktu, ibu rumah tangga menikmatiharga sembako yang terjangkau, pelaku usaha mikro memiliki akses pasar yang lebih luas, serta masyarakat desa semakin mudah menjangkau layanan keuangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen tersebutdiwujudkan melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkankesejahteraan, memperkuat kemandirian desa, dan mendorong pemerataanpembangunan sesuai potensi masing-masing wilayah.Keseriusan itu tampak jelas sejak awal. Dalam rapat terbatas bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini