Barcelona dan Real Madrid Rebutan Pemain Setan Merah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Raksasa La Liga, Barcelona kabarnya turut dalam perburuan pemain Manchester United, Paul Pogba. Menariknya, bukan hanya Barca, musuh bebuyutan mereka, Real Madrid juga dilaporkan tertarik mendatangkan pemain Timnas Prancis tersebut.

Karier Pogba bersama Manchester United kerap menjadi perbincangan selama beberapa musim terakhir. Bahkan tak jarang Pogba kerap diisukan akan meninggalkan Old Trafford, lantaran penampilannya yang tak kunjung gemilang.

Sebagai catatan, United rela merogoh kocek dalam saat memulangkan pemain berusia 27 tahun tersebut, yakni sebesar 89 juta poundsterling. Akan tetapi sejak musim 2016, Pogba gagal membuktikan bahwa ia pantas dengan label fantastis itu.

Melansir Mundo Deportivo Sport, Rabu, 14 Oktober 2020, Raksasa Katalan tampaknya ingin memanfaatkan situasi yang dialami Pogba saat ini. Pemain yang sempat merumput bersama Juventus itu sendiri memasuki tahun terakhir di kontraknya bersama Setan Merah.

Akan tetapi, Barcelona tampaknya akan mengalami kesulitan mendatangkan Pogba. Sebab sebelumnya sang pemain sempat mengeluarkan statement bahwa bermain untuk Real Madrid merupakan impian yang akan menjadi kenyataan.

Selain itu, bukan hanya Madrid yang menjadi rival Barca di jendela transfer nanti, dua klub besar Eropa seperti Juventus dan Paris Saint-Germain juga dilaporkan mengantre untuk mendapatkan tanda tangan pemain yang telah mencetak 25 gol untuk Manchester United sejak musim 2016.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini