Heboh Bayi Ikan Hiu Bermata Satu, Begini Faktanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa foto anak ikan hiu albino bermata satu viral di media sosial. Ikan tersebut ditemukan di di Dusun Jarukin, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kabupaten Kepulauan Aru.

Kabar tentang ikan hiu unik ini diketahui dari unggahan Facebook Andy Goin pada Selasa 13 Oktober 2020. Dalam postingannya terdapat tagar #mohondibagikankeyglain.

“Pada tanggal 10/10/2020. Telah di temukan seekor anak ikan hiu bermata 1 di dusun jarukin, kecamatan Aru Selatan Utara Kabupaten Kepulauan Aru….,” tulis akun Facebook tersebut dikutip Rabu 14 Oktober 2020.

Ikan tersebut memiliki badan seperti ikan hiu. Hanya saja, ia tidak memiliki moncong lancip layaknya hiu pada umumnya dan dibagian ujung hidugnya itu malah ada sebuah bola mata yang cukup besar.

Pada tanggal 10/10/2020. Telah di temukan seekor anak ikan hiu bermata 1 di dusun jarukin, kecamatan Aru Selatan Utara Kabupaten Kepulauan Aru….#mohondibagikankeyglain

Posted by Andy Goin on Monday, 12 October 2020

Postingan ini juga diunggah ulang oleh akun Instagram bernama @nenk_update hingga disukai lebih dari 3,8 ribu pengguna. Beragam komentar pun membanjiri unggahan tersebut.

Namun, perlu diketahui bahwa fenomena ini bukanlah sesuatu yang baru. Ikan hiu seperti ini juga pernah ditemukan di Meksiko beberapa tahun silam.

Dalam istilah ilmiahnya, kelainan pada ikan yang penampakannya mirip seperti tokoh Mike Wazowski dalam film animasi Monsters Inc. ini disebut cyclopia atau cyclops. Cyclopia bisa terjadi pada hewan apa pun, bahkan juga bisa terjadi pada manusia.

Penemuan ikan hiu bermata satu ini pun diunggah ke YouTube pada Maret 2015 lalu. Video berjudul “Cyclops Shark With One Eye” diunggah akun Animal Wire.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini