Potret Cantik Nabila Syadza yang Viral Usai Aksi Omnibus Law

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang dilakukan beberapa wilayah di Indonesia pascapengesahan Omnibus Law (UU Ciptaker) memang memberikan banyak berita viral. Salah satunya, seorang gadis yang disorot lantaran orasinya dalam sebuah aksi.

Sosok tersebut bernama Nabila Syadza atau akrab disapa Sasa. Gadis yang kuliah di Universitas Hasanudin, Makassar itu viral usai terlihat menyuarakan aksinya dan mengganti nama Pancasila menjadi ‘Pancasalah’.

Meski video viral itu tak diambil saat unjuk rasa Omnibus Law, dirinya sudah terlanjur menjadi sorotan warganet. Bahkan, tak cuma keberaniannya mengungkapkan pendapat, paras cantiknya juga jadi lirikan. Pasalnya, mereka masih kagum ada gadis secantik Sasa yang berani bersuara di tengah ratusan massa.

Nah, buat kamu yang penasaran sama sosoknya, yuk intip paras cantik Sasa di kesehariannya di luar aksi.

  1. Sasa kerap tampil simple dan kasual di kesehariannya
Nabila Syadza (instagram/nabilasyadza.ss)

2. Kece banget ya walaupun cuma duduk di batu

Nabila Syadza (instagram/nabilasyadza.ss)

3. Ternyata Sasa memang aktif di organisasi kampus loh!

Nabila Syadza (instagram/nabilasyadza.ss)

4. Pakai hijab jadi makin cantik ya!

Nabila Syadza (instagram/nabilasyadza.ss)

5. Outfit Sasa patut dicoba nih gaes!

Nabila Syadza (instagram/nabilasyadza.ss)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini