Bisnis Ikan Cupang Tak Terhempas Badai Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jumat 18 September 2020 tepat pukul 16.00 sudah terlihat kesibukan di halaman depan rumah Saiful Bachri yang berada di Senen Jakarta Pusat. Mas Ipung sapaan akrabnya ialah peternak ikan cupang yang cukup dikenal di daerahnya. Dari ikan cupang inilah beliau meraup omset ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap minggunya.

Ikan kecil yang menarik dari segi warna dan kelincahan tubuhnya ternyata sangat digemari dari segala jenis kalangan masyarakat. Kita pun pasti ingat dari puluhan tahun yang lalu ikan kecil ini sudah menjadi pemandangan yang familiar baik bagi anak – anak SD sepulang sekolah. Ya, disanalah di depan gerbang sekolah pedagang Ikan Cupang ‘nongkrong’ menjajakan dagangan ikan cupangnya dengan harga ratusan perak. Tentu saja kalian ingat bukan?

Meski tahun berganti namun popularitas ikan ini tidak mati. Mulai dari anak sekolah hingga orang tua ternyata menyukai keunikan ikan kecil ini. Inilah yang menjadi alasan Mas Ipung untuk memutuskan beternak ikan yang cantik ini. Selain dari hobi di masa sekolah dasar nya dulu yang senang membeli dan memelihara Ikan Cupang.

Mas Ipung membeberkan bahwa Ikan Cupang ini adalah bisnis yang cukup menjanjikan dalam segi finasial. ”Ya bagaimana tidak Mba, harganya lumayan lho kecil-kecil gini bisa sampai jutaan apalagi yang menang kontes, wah mahal sekali tuh,” ujarnya dengan sumringah. Memeliharanya pun tidak terbilang sulit dan tidak mengeluarkan uang banyak.

Lalu bagaimana dengan situasi saat ini, disaat pandemi wabah corona yang mendunia ini apakah bisnis ini tetap dilirik dan bertahan? Apakah peminatnya masih ada? Ternyata daya tarik Ikan Cupang ini, tidak ada habisnya. Justru disaat pandemi seperti inilah banyak orang menghabiskan waktu diri dirumah. Melakukan aktifitas-aktifitas di rumah saja. Salah satunya adalah belanja online. Ya, jual beli Ikan Cupang secara online justru ramai sekali. ”Banyak pelanggan dari Jabodetabek maupun Pulau Jawa yang memesan Ikan Cupang,” kata Mas Ipung yang baru saja mengirimkan lima ekor Ikan Cupang ke pelanggannya dengan menggunakan jasa ojek online.

Selain itu Mas Ipung sudah punya reseller setia yang selalu belanja Ikan Cupang kepada dirinya untuk dijual kembali. Terlebih Mas Ipung pandai menjajakan Ikan Cupang di beberapa media sosial seperti Facebookdan Instagram. Selalu saja setiap harinya ada pembeli online yang tertarik membeli. ”Ukuran tubuhnya cuma sekitar 3 atau 4 cm mbak, tapi harganya tidak sependek itu, lagi corona gini malah banyak yg pesen online lho,” katanya tertawa kecil.

Bisnis yang menarik yang datang dari hobi dan kecintaan terhadap ikan kecil ini mendatangkan pundi rupiah yang cukup menjanjikan.

Memelihara Ikan Cupang adalah salah satu hobi dan kegiatan positif di rumah yang tidak membosankan. Keindahan warna tubuhnya yang unik dan menarik sebagai pemikat tersendiri. Semakin unik semakin tinggi harganya.

Salah satu hobi yang menarik, penghilang stres dan menghasilkan. Inilah yang membuat bisnis ini tetap hidup meski tahun berganti dan di masa pandemi seperti ini. Bagiamana? Apakah Anda tertarik mencoba bisnis ini?

Reporter: Budiyani Rahmawati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini