Optimis! Golkar Targetkan Menang 60 Persen di Pilkada Serentak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Semua partai memiliki target untuk pencapaian di Pilkada Serentak 2020 yang bakal diadakan Desember 2020. Salah satunya Partai Golkar yang menargetkan kemenangan besar di banyak daerah.

“Partai Golkar berharap kemenangan 60 persen ini bisa dijaga,” kata Ketum Partai Golkar Airlangga yang membuka Rakornis itu dari Pulau Bintan secara virtual.

Selain memberikan target kemenangan 60 persen, Airlangga juga menyatakan target kemenangan di lingkup internal Golkar sebenarnya adalah 70 persen. Untuk itu ia meminta seluruh ketua DPD Golkar di provinsi dan kota untuk menggunakan target internal ini sebagai target kinerjanya masing-masing.

“Penting bagi kita untuk bekerja keras karena ini adalah bagian dari langkah awal untuk memenangkan pemilu 2024, baik itu pemilu legislatif, maupun pemilu presiden,” ujarnya.

Selain itu Airlangga juga mengatakan Partai Golkar harus bisa melakukan reset dan rebooting dalam penanganan Covid-19 dan keikutsertaannya di Pilkada serentak 2020. Ia sudah memberikan instruksi serta membentuk Satgas Penegakan Disiplin Kader Partai Golkar di pilkada.

“Dalam situasi seperti ini Partai Golkar menginstruksikan seluruh Indonesia, kabupaten / kota dan provinsi yang melakukan Pilkada untuk membentuk Satgas Penegakan Disiplin,” kata Airlangga.

Dengan adanya Satgas ini maka tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh calon-calon dari Partai Golkar maupun kader-kader Golkar dalam mengorganisasi kampanye, pertemuan, dan rapat-rapat yang bertentangan dengan protokol Covid-19 yang sudah dibuat PKPU revisi.

Menko Perekonomian ini juga meminta agar seluruh kader partai Golkar mengerti dan memahami apa saja yang diatur di dalam PKPU dan apa saja yang bisa dilakukan ke masyarakat.

Ia mengatakan jika saat ini sudah ada gerakan-gerakan masyarakat yang menginginkan agar pilkada 2020 ditunda atau digagalkan. Salah satunya dengan mendorong para pemilih yang datang ke TPS kurang dari 50 persen.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peringatan bagi kita, bahwa seluruh kader Golkar perlu memberi keyakinan dan kepercayaan kepada masyarakat, agar masyarakat pecaya diri untuk hadir di TPS,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini