Astaga! Pria Ini Bedel Perut Istrinya yang Lagi Hamil demi Pastikan Bayinya Laki-laki

Baca Juga

MATA INDONESIA, UTTAR PRADESH – Setiap oramg pasti punya keinginan untuk memiliki anak perempuan atau laki-laki. Tapi, jenis kelamin apa pun itu, sebagai orang tua harus merawat anaknya dengan sepenuh hati.

Di India ada seorang pria yang terobsesi memiliki seorang anak laki-laki. Saking, inginnya memastikan si jabang bayi, ayah lima anak itu nekat memotong perut si istri yang tengah hamil.

Dilansir dari Daily Mirror, pengawas Polisi Pravin Singh Chauhan mengatakan, insiden itu terjadi di desa Nekpur, Negara Bagian Uttar Pradesh, pada Sabtu 19 Spetember 2020. Pelaku yang Pannalal dibekuk setelah istrinya mengalami luka serius.

Chauhan tak merinci benda apa yang digunakan Pannalal untuk memotong perut si istri sembari memastikan motifnya. Berdasarkan penyelidikan sementara, dia melakukan perbuatan itu karena frustrasi menjadi ayah beberapa putri.

Sementara itu, istrinya yang tengah mengandung selama tujuh bulan saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bareilly. Wanita 35 tahun itu ditemukan oleh keluarga dan tetangga sekitar, sebelum dia dilarikan ke rumah sakit.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi ibu dan bayinya yang sempat menggegerkan warga Nekpur itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini