Senin, PT Liga Indonesia Baru Gelar Manager Meeting

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dua pekan menjelang bergulirnya Liga 1 2020, PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menggelar manager, Senin 21 September 2020 di Bandung, Jawa Barat.

Direktur operasional PT LIB, Sudjarno menegaskan, manager meeting merupakan agenda penting awal musim yang tujuannya lebih untuk menyamakan persepsi dan pemahaman bagi semua kontestan.

Untuk itu, hal-hal yang signifikan terkait lanjutan kompetisi Extraordinary Liga 1 2020 akan dibahas secara tuntas.

“Pada prinsipnya di manager meeting nanti akan kami informasikan banyak hal ke semua kontestan Liga 1. Semua akan disampaikan secara transparan dan detail,” ujar Sudjarno.

“Mulai dari regulasi kompetisi, subsidi, komersial, protokoler kesehatan seperti yang dibahas pada medical workshop, kewajiban yang harus dilakukan dan dipatuhi semua kontestan, sampai dengan fasilitas yang akan diterima semua peserta selama bergulirnya kompetisi,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat Kapolda Lampung tersebut menambahkan, manager meeting tersebut merupakan koordinasi terakhir semua tim (secara langsung) yang dilaksanakan mendekati bergulirnya kompetisi Liga 1 musim ini.

Manager meeting merupakan agenda rutin sebelum kompetisi dimulai. Pada Februari lalu, PT LIB juga sempat menggelar manager meeting sebelum kick off Liga 1 2020. Namun, kompetisi harus dihentikan karena pandemi Covid-19 ketika baru memasuki pekan ketiga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Keamanan Papua Prioritas, Pemerintah Tindak Tegas Gangguan OPM

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pembangunan di Papua. Tanpa situasi yang aman, berbagai program peningkatan kesejahteraan akan sulit berjalan optimal. Oleh karena itu, setiap bentuk gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil, merusak fasilitas umum, maupun menghambat aktivitas ekonomi harus ditolak bersama karena tidak memberikan manfaat bagi siapa pun, terutama masyarakat Papua sendiri yang menjadi pihak paling terdampak.Berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata OPM atau TPNPB dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan bahwa pendekatan kekerasan hanya melahirkan penderitaan. Pembakaran pesawat perintis PT AMA di Balinggama, Yahukimo, yang mengakibatkan meninggalnya seorang pilot serta mengganggu pelayanan penerbangan di wilayah pegunungan merupakan contoh nyata bagaimana aksi teror berdampak langsungterhadap kepentingan masyarakat. Transportasi udara di Papua bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan jalur utama distribusi bahan pangan, obat-obatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan pokok bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil. Ketika pesawat perintismenjadi sasaran serangan, yang paling dirugikan bukan hanya pemerintah atau operator penerbangan, tetapi masyarakat yang kehilangan akses terhadap berbagai layanan dasar.Tindakan kekerasan terhadap fasilitas publik juga berpotensi menghambat percepatanpembangunan yang selama ini terus diupayakan pemerintah. Berbagai proyek infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi membutuhkan situasi yang kondusif agar dapat berjalan sesuai rencana....
- Advertisement -

Baca berita yang ini