Dua Pemain Inggris yang Langgar Protokol Covid-19 Selundupkan Dua Model Cantik ke Kamar Hotel

Baca Juga

MATA INDONESIA, REYKJAVIK – Dua pemain Inggris melanggar protokol Covid-19, Phil Foden dan Mason Greenwood karena menyelundukan dua model cantik ke kamar hotel tim Negeri Singa menginap.

Foden dan Greenwood melanggar protokol kesehatan beberapa jam usai Inggris mengalahkan Islandia di ajang UEFA Nations League. Mereka menyelundupkan dua model asal Islandia ke kamar hotel.

Kepolisian Islandia mengonfirmasi bahwa kedua pemain tersebut melanggar protokol Covid-19 dan diharuskan membayar denda 1.360 Poundsterling. Denda tersebut harus dibayar pemain bersangkutan, bukan oleh FA atau klub.

Akibat aksi indisipliner tersebut, Foden dan Greenwood dipulangkan ke Inggris. Mereka tak dibawa untuk pertandingan melawan Denmark. Satu dari dua wanita yang diselundupkan ke kamar hotel adalah kandiat miss universe Islandia, Nadia Gunnarsdottir. Satu wanita lainnya adalah sepupu dari Nadia, Lara Clausen.

Terkait aksi indisiplinernya itu, Foden meminta maaf secara terbuka melalui media sosial. Sementara itu, Greenwood menghapus akun Twitter miliknya.

“Terkait berita yang beredar karena aksi saya di Islandia, saya ingin meminta maaf. Saya meminta maaf pada pelatih Gareth Southgate, rekan setim, staf, suporter, dan juga klub serta keluarga,” ujar Foden, dikutip dari The Sun, Selasa 8 September 2020.

“Saya pemain muda dan masih harus banyak belajar, tapi saya sadar tanggung jawab besar ketika mewakili Manchester City dan Inggris di level seperti ini. Dalam situasi ini, saya membuat keputusan buruk dan perilaku saya tak memenuhi standar yang diharapkan,” katanya.

“Saya melanggar protokol Covid-19 yang diterapkan untuk melindungi saya dan rekan setim. Sebagai konsekuensinya, saya tak bisa ikut tim ke Denmark dan itu menyakitkan. Saya akan memetik pelajaran dari kesalahan ini dan saya doakan yang terbaik untuk tim,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini