Heboh Ikan Goreng Penuh Belatung dalam Nasi Bungkus, Si Pembeli Syok Sudah Telanjur Dimakan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah video yang diunggah pemilik akun Tiktok @maryani2020 mendadak viral dan menggegerkan netizen. Dalam video tersebut terlihat sebuah ikan goreng dalam nasi bungkus yang dibeli oleh Maryani dipenuhi belatung.

Awalnya, hal ini tak disadari oleh Maryani. Hingga akhirnya saat sudah dalam kondisi separuh dimakan, Maryani membuka bagian bawah kepala ikan.

Alangkah terkejutnya ia saat mendapati banyak belatung bergerak-gerak dalam ikan tersebut. Maryani tak menyangka bakal mengalami kejadian menjijikkan seperti ini.

Padahal, ia membeli ikan goreng tersebut di warung nasi yang sudah menjadi langganannya sejak lama.

“Sumpah kaget, shock, merinding banget pas lihat ada yang bergerak di ikan yang aku makan. Yang bikin bingung ini ikan prosesnya tuh digoreng terys tumis pesmol gitu. Kenapa masih ada hidup?” kata @maryani2020.

“Dan syoknya lagi, ikannya tuh udah aku makan. Bahkan orang-orang di samping aku pada kaget gara-gara ada ulet di ikan yang aku makan,” ujarnya.

Video tersebut pun sukses mengejutkan para netizen pula. Bahkan sudah ditonton hingga 1,5 juta kali.

“Merinding lihatnya,” komentar seorang netizen.

“Dari sini berarti kalo beli makan diluar kudu dibelah dulu,” kata netizen lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini