Gak cuma Black Panther, Ini Sederet Film yang Pernah Diperankan Chadwick Boseman

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Chadwick Boseman dikabarkan meninggal pada Jumat 28 Agustus 2020 malam waktu Amerika Serikat akibat kanker usus yang dideritanya selama 4 tahun.

Nama Chadwick Boseman makin melejit setelah memerankan Raja Wakanda, T’Challa alias Black Panther pada tahun 2018. Film superhero garapam Marvel itu sukses melambungkan namanya sebagai aktor ternama Hollywood.

Tapi, gak cuma sukses di film Black Panther, Boseman juga sempat memerankan sejumlah judul film semasa hidupnya. Apa saja? Nih simak.

1. Marshall (2017)

Chadwick Boseman dalam film Marshall

Marshall merupakan film biografi bergenre thriller yang disutradarai oleh Reginald Hudlin. Film ini sukses dimainkan Boseman yang berperan sebagai Thurgood Marshall, seorang hakim keturunan Afrika-Amerika pertama di Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Di film ini, Marshall bertugas menangani kasus tuduhan pemerkosaan oleh pekerja kulit hitam dengan majikannya yang berkulit putih. Secara keseluruhan, film ini mengisahkan tentang keadilan merupakan hak bagi setiap umat manusia.

2. Message From the King (2017)

Chadwick Boseman dalam film Message From the King

Selanjutnya ada film Message From the King yang sukses diperankan oleh Chadwick Boseman. Film ini menceritakan kisaj Jacob King (Chadwick Boseman) yang melakukan perjalanan panjang dari Afrika Selatan menuju Los Angeles untuk mencari sang adik, Bianca (Sibongile Mlambo).

Film ini digarap oleh sutradara Febrice Du Welz dan tayang perdana pada Juni 2017 lalu.

3. 42 (2013)

Film 42 (variety)

Beralih dari genre thriller ke genre sport dan drama. Film 42 mengisahkan tentang atelit baseball kulit hitam pertama di Amerika Serikat.

42 merupakan nomor punggung Jackie Robinson (Chadwick Boseman) selaku atelit baseball berkulit hitam di Amerika.

Alur cerita film ini mengisahkan tentang perjuangan seorang atelit minoritas yang pada saat itu, pasca Perang Dunia ke II yang tengah dilanda kebencian rasial atas orang berkulit hitam, hingga lekat dengan unsur rasisme. Film ini cocok kamu tonton untuk memahami bagaimana proses orang kulit hitam berjuang mempertahankan karirnya.

4. Get on Up

Chadwick Boseman dalam film Get on Up (guardian)

Sukses memerankan sosok atelit baseball berkulit hitam, Chadwick melipir memerankan seorang penyanyi berkulit hitam yang paling berpengaruh di dunia.

Film Get on Up merupakan film biografi asal Amerika yang rilis pada Agustus 2014 lalu. Film ini menceritakan kisah hidup musisi James Brown yang hidupnya berubah karena musik.

Lagi-lagi, film ini mengisahkan perjuangan hidup James dari lingkungan yang keras mengingat dirinya adalah kaum kulit hitam yang minoritas. Film Get on Up juga menceritakan tentang jatuh bangunnya kehidupan James selama berjuang menjadi seorang musisi yang sukses.

5. 21 Bridges (2019)

Film 21 Bridges

Terakhir, ada film 21 Bridges yang sempat dimainkan Chadwick selama hidupnya. Film ini pertama kali rilis pada November 2019.

21 Bridges mengisahkan Andre Davis (Chadwick Boseman) yang selalu mengingat satu kejadian di masa kecilnya. Ia memiliki tekad untuk menjadi seorang polisi menggantikan sang ayah yang terbunuh dalam sebuah tugas.

Tak cuma untuk menggantikan sang ayah, Andre juga memiliki tekad untuk memburu siapa pembunuh itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini