Kenapa Sih Boba Jadi Minuman yang Hits Banget? Ini Alasannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Minuman boba kini tengah jadi ‘demam’ yang melanda banyak orang, khususnya anak-anak milenial. Mereka rela antre berjam-jam untuk dapat menikmati lezatnya minuman asal Taiwan ini.

Bukan hanya karena rasanya yang enak dan manis, tapi juga untuk kebutuhan sosial media, mengingat minuman ini sedang ngetren-ngetrennya. Lantas, apa sih yang membuat minuman satu ini jadi kekinian banget?

Pada dasarnya, minuman boba berasal dari Taiwan dan dikenal dengan nama zenzhu naicha, atau susu teh dengan bola-bola tapioka. Di Taiwan sendiri, boba sudah ada sejak tahun 1980-an. Namun, di Indonesia baru hadir pada tahun 2001.

Menurut Vancelia Wiradjaja, selaku Managing Directur PT Pelepas Dahaga Indonesia, mengatakan minuman boba merupakan minuman yang aesthetic sehingga membuatnya hits dan tahan lama diminati orang-orang.

“Boba itu aesthetic ya, dan usianya juga udah 20 tahun lebih jadi last longer,” kata Valencia nya saat ditemui di Breeze, BSD, Tanggerang, Selasa 25 Agustus 2020.

Vancelia juga mengiyakan jika minuman boba memang sedang jadi tren saat ini. Namun, ia juga menyampaikan bahwa sesungguhnya boba bukan hanya tren, tapi juga menjadi budaya.

“Tren pasti. Semua ada trennya. Tapi menurut aku boba sendiri juga udah menjadi culture, dimana orang saat ini abis makan siang mencari desert lebih mengarahnya ke boba daripada ke kue-kue,” jelas Vancelia.

Gak cuma karena aesthetic, boba juga jadi ngetren karena fleksibel dan bisa dipadu padankan dengan hidang selain minuman, seperti kue ataupun pancake. Vancelia juga mengungkapkan bahwa boba kini bisa menjadi minuman yang lebih sehat.

“Boba sekarang bisa lebih sehat juga, karena dipasangin sama fresh milk atau gula aren, jadi gak melulu pakai teh,” kata Vancelia.

Namun, meski kini tengah digandrungi banyak orang, apakah boba bisa redup dan kehilangan peminatnya? Vancelia pun menjawab persoalan ini.

“Menurutku bukan berarti saat trennya tidak ada bisnisnya pun jadi ikut gak ada. Contohnya banyak kok produsen boba yang memang dulunya hot, tapi sekarang still doing well cuma expose ke sosial medianya aja yang sudah berkurang,” ujarnya..

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini