Ekonomi RI Bisa Rugi Ratusan Triliun akibat Gizi Buruk

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berkata, ekonomi RI berpotensi mengalami kerugian besar hingga ratusan triliun rupiah akibat masalah gizi buruk.

Kondisi itu bisa memperburuk fakta, bahwa tiap tahunnya potensi ekonomi berkurang 2-3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Potensi kerugian ekonomi setiap tahun mencapai 2-3 persen dari GDP,” kata Edhy dalam Webinar Nasional bertajuk, Gemar Makan Ikan untuk Pencegahan Stunting, di Jakarta, Sabtu 22 Agustus 2020.

Ia menyebut, jika PDB Indonesia sebesar Rp 13.000 triliun, maka kerugian yang disebabkan mencapai Rp 300 triliun.

Sebagai negara kepulauan, perairan Indonesia memiliki luas 6,4 juta kilometer persegi. Ada 5,8 juta kilometer persegi merupakan perairan laut dengan panjang garis pantau 108.000 kilometer.

Dari luas tersebut, Indonesia memiliki potensi lestari perikanan tangkap sebanyak 12,54 juta ton per tahun. Pada 2019 lalu, produksi perikanan tangkap laut mencapai 6,99 juta ton.

Namun, dari potensi budidaya laut seluas 12,2 juta hektar itu baru dimanfaatkan 2,7 persen. Padahal, terdapat 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut dan 950 spesies biota terumbu karang.

Bagi Edhy, kekayaan alam Indonesia bisa jadi peluang besar sumber pangan nasional dan penggerak perekonomian.

“Bisa didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa negara, pendukung ketahanan pangan dan gizi nasional,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perjuangkan Kesejahteraan Buruh dan Petani, Dani Eko Wiyono Siap Maju Calon Bupati Sleman Melalui Jalur Independen

Mata Indonesia, Sleman - Alumni aktivis 98 sekaligus aktivis yang selalu menyuarakan aspirasi buruh/pekerja Daerah Istimewa Yogyakarta, Dani Eko Wiyono ST. MT ini bertekad maju bakal calon bupati Sleman dalam Pilkada Sleman nanti. Dani menilai, hingga saat ini, mayoritas kehidupan buruh masih sangat jauh dari kata sejahtera. Buruh masih dianggap hanya sebagai tulang punggung ekonomi bangsa tanpa diperjuangkan nasib hidupnya.
- Advertisement -

Baca berita yang ini