Heboh Baliho ‘Giring Untuk Presiden 2024’, Ada Apa Sih?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Foto penampakan baliho yang bergambar Giring Ganesha eks vokalis band Nidji viral di Twitter. Pasalnya, dalam baliho tersebut terdapat tulisan ‘Giring Untuk Presiden 2024’.

Giring kini memang sudah terjun ke dunia politik. Pada akhir 2018, Giring memutuskan vakum dari Nidji dan fokus menjalani karir barunya.

Giring Ganesha sempat mencalonkan diri menjadi Anggota DPR RI dari PSI di pemilu 2019. Tapi Giring Ganesha gagal masuk ke Senayan.

BACA JUGA: Gagal Nyaleg, Lebaran Giring Cuma Makan Mie Instan

Foto baliho Giring itu membuat netizen di Twitter heboh. Giring akan maju sebagai calon presiden bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dari pengakuan warga Twitter, nampaknya spanduk ‘Giring untuk Presiden 2024’ ini dipasangan di banyak tempat. Kendati demikian, belum ada konfirmasi resmi dai Giring mengenai pemasangan baliho tersebut.

Diketahui, pria bernama lengkap Giring Ganesha Djumaryo baru ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum PSI. Hal itu diungkapkan oleh Grace Natalie yang akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri.

BACA JUGA: Selamat, Giring Eks Vokalis Nidji Jadi Ketua Umum PSI

Hingga saat ini masih banyak netizen yang kaget dan menerka-nerka maksuda dari pemasangan baliho tersebut.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini