Bikin Mewek! Curhatan Pemilik Resto saat Layani Driver Ojol di Tengah Pandemi Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah kisah dari driver ojek online yang berjuang mencari nafkah di tengah pandemi corona (Covid-19) viral di media sosial. Hal ini diceritakan seorang pemilik restora.

Sang pemillik menceritakan pengalaman sedihnya ketika mendapat order dari driver ojol. Meski resto sudah tutup tapi ia rela melayani orderan ini.

Seperti diketahui, wabah corona membuat sebagian besar orang memilih untuk berdiam diri di rumah dan tak bepergian jika sama sekali tidak penting. Sayangnya, peraturan pemerintah soal larangan bepergian membuat driver ojol kehilangan banyak pelanggan.

Para pejuang nafkah yang bekerja sebagai driver ojol mau tak mau harus tetap berada di jalanan agar bisa mendapatkan uang. Satu yang menjadi andalan yakni menerima pesanan makanan, itupun jumlahnya sangat terbatas karena orang memilih untuk masak di rumah.

Kisah haru kali ini akan membuat kalian sadar bagaimana perjuangan para driver ojol yang tetap mengaspal di tengah pandemi corona.

Seorang pemilik restoran di bilangan Bekasi mendapat orderan makanan dari ojol yang justru membuatnya sedih. Restoran Senny yang ada di Kemang Pratama Bekasi ini mendapat order dari ojol padahal saat itu restoran sudah tutup.

“Kemarin sore, karna lg wabah corona, ruko jadi sepi. rencananya kami mau tutup lebih awal. Jam 17 lewat ketika dapur sdh dibersihkan dan ruko akan ditutup. Masuklah seorang driver GoJek
Lalu dia tanya, apa msh bs terima pesanan ?
Wajahnya penuh harap. Tadinya aku mau menolak, tp melihat wajahnya yg penuh harap jd tidak tega,” ujar pemilik restoran yang tak diketahui namanya ini.

Meskipun restonya sudah siap tutup, tapi demi melayani orderan sang driver ojol, ia akhirnya membuka kembali resto. “Lalu aku tanya, apa saja pesanannya? Dan aku bilang, tapi agak lama pak. Krn semua kompor sdh dimatikan. Dan semua bahan hrs disiapkan dr awal. Dia senang sekali, lalu dia bilang gapapa bu, sy tunggu aja, karna ini orderan pertama sy sejak pagi sy nunggu dijalanan,” lanjut si pemilik resto.

Sambil menyiapkan pesanan, pemilik resto ini membuatkan segelas teh manis hangat untuk driver ojol. Dengan sedikit kaget, driver ojol mengatakan kalau ia tidak memesan teh manis.

Teh manis hangat ini memang sengaja dibuatkan untuk driver ojol selagi menunggu makanan disiapkan.

“Mata bpk GoJek berkaca2, dg terharu dia mengucapkan terimakasih sambil meminum teh manis hangat itu dg nikmatnya.”

Selesai membuatkan makanan pesanan, pemilik resto ini juga memberikan sebungkus makanan untuk driver ojol. Mata driver ojol yang berkaca-kaca semakin membuat si pemilik restoran semakin sadar akan pentingnya rasa bersyukur.

“Selesai bpk GoJek pergi. Aku mengajak karyawanku utk mengucap syukur krn walaupun kondisi resto kami sdg tdk baik, namun kami msh punya cukup mknan utk kami setiap hari.
Terima kasih Tuhan. Jaga dan peliharalah mereka juga yg berjuang utk tetap bisa menghidupi keluarga ditengah musibah Corona ini.”

View this post on Instagram

Kemarin sore, karna lg wabah corona, ruko jadi sepi.. rencananya kami mau tutup lebih awal.. . Jam 17 lewat.. Ketika dapur sdh dibersihkan dan ruko akan ditutup. Masuklah seorang driver GoJek Lalu dia tanya, apa msh bs terima pesanan ? Wajahnya penuh harap… . Tadinya aku mau menolak, tp melihat wajahnya yg penuh harap jd tidak tega. . Lalu aku tanya, apa saja pesanannya ? Dan aku bilang, tapi agak lama pak. Krn semua kompor sdh dimatikan. Dan semua bahan hrs disiapkan dr awal. . Dia senang sekali, lalu dia bilang gapapa bu, sy tunggu aja, karna ini orderan pertama sy sejak pagi sy nunggu dijalanan.. ?? . Sedih sekali sy mendengarnya.. Membayangkan mgkn dia blm mkn hari ini… gmn dg kel nya drmh.. . Sambil menyiapkan pesanan, sy buatkan teh manis hangat utk bpk GoJek. . Dan ketika sy meletakkan teh manis itu didpn meja, dia terkejut lalu dia bilang, sy tdk psn minum bu.. Sy bilang itu gratis utk bpk.. Mata bpk GoJek berkaca2, dg terharu dia mengucapkan terimakasih sambil meminum teh manis hangat itu dg nikmatnya.. . Selesai membuat 5 porsi pesanan customer bpk GoJek, Saya letakan 1 kantong plastik besar yg berisi orderan. Dan 1 kantong plastik kecil sambil berkata, yg kantong besar itu orderan… Yg kantong kecil, itu utk mkn mlm bpk ya.. . Sekali lagi.. matanya berkaca2 (Akupun ingin ikut menangis), dg suara parau dia mengucapkan terima kasih. . Selesai bpk GoJek pergi.. Aku mengajak karyawanku utk mengucap syukur.. krn walaupun kondisi resto kami sdg tdk baik, namun kami msh punya cukup mknan utk kami setiap hari… . Terima kasih Tuhan.. Jaga dan peliharalah mereka juga yg berjuang utk tetap bisa menghidupi keluarga ditengah musibah Corona ini ?? . (Ditulis oleh pemilik senny resto-kemang pratama)

A post shared by Berita Indonesia (@beritaindonesia_) on

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini