Mata Indonesia, Jakarta — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan lebih baik, pasca-kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah...
Mata Indonesia, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaporkan menimpa...
Mata Indonesia, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam meningkatkan kualitas gizi dan...
Mata Indonesia, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Dirinya meminta Satuan Pelayanan...
Mata Indonesia, JAKARTA - Anggota DPR RI Said Abdullah, tidak setuju jika program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan...
Mata Indonesia, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan BPOM sebagai salah satu lembaga negara yang terlibat dalam program...
Mata Indonesia, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diposisikan sebagai tonggak penting pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah menegaskan, inisiatif ini hadir...
Mata Indonesia, Kulon Progo - Program makan bergizi gratis (MBG) yang semula dibiayai melalui APBD 2025 kini dialihkan ke sumber dana APBN.
Dengan adanya perubahan tersebut, alokasi anggaran MBG di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo resmi direalokasi untuk mendukung sektor lain.
Mata Indonesia, Kulon Progo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo dalam telah menyiapkan personel Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi atas kasus keracunan massal yang sebelumnya menimpa ratusan siswa di wilayah tersebut.
Mata Indonesia, Kulon Progo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo dalam telah menyiapkan personel Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi atas kasus keracunan massal yang sebelumnya menimpa ratusan siswa di wilayah tersebut.