Jangan Keliru, Inilah 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Umat islam wajib membayar zakat fitrah dan zakat mal. Lalu akan dikemanakan hasil zakat tersebut? zakat ditunaikan untuk disalurkan kepada orang yang berhak menerima zakat.

Ada golongan orang tertentu yang berhak menerima zakat, mereka disebut dengan Mustahik. Dalam surat At-Taubah ayat 60 disebutkan golongan apa saja yang berhak menerima zakat.

Dilansir dari laman BAZNAS, berikut adalah 8 golongan orang yang berhak menerima zakat dalam islam.

1. Fakir. Fakir adalah golongan orang yang hartanya sangat sedikit. Mereka tidak memiliki sumber penghasilan apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

2. Miskin adalah keadaan seseorang yang memiliki sumber penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Riqab yaitu hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.

4. Gharim atau gharimin adalah orang yang memiliki hutang untuk memenuhi kebutuhannya namun kesulitan melunasinya.

5. Mualaf adalah orang yang baru masuk islam. Alasan mualaf mendapatkan zakat adalah agar mereka lebih meyakini islam dan merasakan solidaritas.

6. Fiisabilillah adalah golongan orang yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk dakwah, jihad, dan lainnya.

7. Ibnu sabil yaitu orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh.

8. Amil merupakan orang yang menyalurkan zakat kepada musahik. Mereka adalah orang yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang membutuhkan.

Itulah 8 golongan yang berhak menerima zakat. Dengan zakat, mustahik mendapatkan kebutuhan yang memang mereka butuhkan. Dengan membayar zakat, kamu sebagai sesama umat muslim telah turut membantu mereka dalam kesusahan.

Reporter: Dinda Nurshinta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini