Ini 4 Tips Puasa Sehat dari Sahur Hingga Berbuka Saat Pandemi Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ramadan tahun ini terasa berbeda. Pasalnya, dijalani di tengah pandemic corona. Ibadah tarawih pun diimbau dilaksanakan di rumah saja, berbuka puasa ditiadakan. Sementara physical distancing juga diimbau terus dilaksanakan secara ketat.

Namun, untuk puasa sendiri tidak berubah wajib dilakukan. Nah, saat puasa ada perubahan pola makan dan aktivitas fisik. Sebab itu, Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian, agar kesehatan tubuh tetap terjaga selama bulan ramadan, terutama untuk menghindari rasa lemas dan kantuk saat puasa.

Misalnya dengan menjaga pola makan yang tidak hanya dapat memberikan dampak jangka pendek untuk kesehatan. Kebiasaan ini juga mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang, karena dapat membantu tubuh terhindar dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, jantung, dan obesitas.

Berikut ini beberapa tips puasa sehat yang dapat Anda, coba agar tubuh senantiasa bugar dari mulai dari saat sahur hingga berbuka.

  1. Jangan Lewatkan Sahur

Sama seperti halnya sarapan, sahur juga sangat penting untuk dilakukan. Saat berpuasa, sahur akan membantu kadar cairan tubuh tetap terjaga, serta memberikan energi dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas, hingga waktunya Anda berbuka.

Makan sahur juga dapat mencegah Anda makan berlebihan saat buka puasa akibat terlalu lapar. Sahur yang sehat harus memperhatikan asupan yang bergizi seimbang, dan mengandung karbohidrat kompleks, makanan tinggi serat, serta makanan tinggi protein.

  1. Minum Cukup Air

Anda dapat mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air serta mengonsumsi makanan yang mengandung banyak cairan seperti sup, buah, dan sayuran. Kebutuhan cairan tubuh dapat Anda penuhi saat sahur maupun berbuka, untuk mengganti cairan yang hilang saat berpuasa.

  1. Lakukan Olahraga di Waktu yang Tepat

Untuk menghindari terjadinya dehidrasi, Anda disarankan untuk menunda olahraga hingga tiba waktunya berbuka puasa. Dengan begitu, tubuh akan berada dalam keadaan terbaiknya dan Anda pun diperbolehkan untuk minum.

Tunggu 2-3 jam setelah makan, untuk mulai olahraga. Hal ini juga untuk memberikan waktu agar tubuh dapat mencerna makanan tersebut dengan sempurna. Jangan lupa untuk banyak minum air saat sedang, maupun setelah berolahraga, untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

  1. Jangan Makan Terlalu Banyak Saat Berbuka

Meski saat berbuka semua makanan terlihat menggiurkan, Anda perlu ingat untuk tidak berlebihan makan maupun minum saat berbuka. Anda bisa mulai kegiatan berbuka dengan mengonsumsi makanan ringan seperti kurma dan air putih, sebelum mengonsumsi makanan berat.

Kurma adalah sumber energi yang baik bagi tubuh. Buah yang satu ini juga membantu mengeluarkan enzim pencernaan, sebagai persiapan untuk masuknya makanan ke tubuh. Anda juga disarankan untuk tidak makan terlalu cepat dan memberikan waktu bagi tubuh, mencerna makanan yang masuk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini