Fadhilah dan Manfaat Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Umat Muslim tengah berlomba-lomba mencari pahala di bulan Ramadan ini. Segala amalan yang dianjurkan dilakukan dengan baik semata-mata untuk mendapat ridho Allah SWT.

Namun, ibadah di bulan Ramadan tak hanya sebatas salat Tarawih dan berpuasa saja. Salah satu yang dianjurkan dan berpahala besar ialah memberi makan orang yang berpuasa.

Apabila kita sedang menjalankan ibadah puasa, kita juga bisa mendapat pahala yang berlipat jika kita memberi makan dan minum kepada orang yang berpuasa.

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (HR. Tarmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5:192).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :

“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak : Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, doa orang yang terdzolimi”.

Memberi makan dan minum pada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan tentu banyak manfaat dan keutamaannya. Apa saja keutamaan memberi makan dan minum bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan? Yuk simak!

1. Pahala Berlipat Ganda

Manfaat pertama yang didapat ialah pahala yang berlipat ganda. Seseorang yang memberi makan mereka yang berpuasa, maka ia akan mendapat pahala setara dengan ibadah puasa.

2. Menjadi Jalan Menuju Surga

Satu lagi yang bisa didapatkan dari mereka yang memberi makan orang yang puasa ialah menjadi jalan menuju surga. Apalagi jika dilengkapi dengan ikut berpuasa, melaksanakan salat malam, dan selalu berkata jujur dalam setiap aktifitasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini