Coba Yuk! Ini Resep dan Cara Membuat Rendang yang Tahan Lama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jelang hari raya Idul Fitri, rendang menjadi salah satu hidangan khas yang wajib ada di meja makan. Masakan khas Sumatera Barat ini memiliki cita rasa yang nikmat dengan sedikit sentuhan rasa pedas.

Namun, tak semua orang bisa membuat rendang yang sempurna dan tahan lama. Perlu beberapa trik untuk menciptakan sajian rendang yang lezat dan awet.

Tak hanya itu, memasak rendang memang agak ribet karena jenis bumbu nya yang banyak dan waktu memasak yang lama. Tapi, semua itu terbayar dengan rasanya yang lezat.

Nah, buat kamu yang ingin membuat rendang untuk lebaran nanti, yuk simak resep dan cara membuatnya agar hidangan kamu tetap nikmat dan tahan lama.

Bahan-bahan:

  1. 2 kg daging sapi has
  2. Santan kental dari 4 butir kelapa
  3. Bumbu bumbu halus
  4. 4 ons bawang merah
  5. 2 ons bawang putih
  6. 1 ons ketumbar
  7. 2 ons cabe merah
  8. 1/2 ons cabe merah kering
  9. 1 ons kunyit
  10. 1 ons kemiri
  11. 1 sdt merica bubuk
  12. 1/2 sdt pala bubuk
  13. 1/4 sdt jintan
  14. 1/4 sdt adas
  15. 1 ons lengkuas
  16. 1 ons sereh
  17. Bumbu pelengkap
  18. secukupnya Daun salam, daun jeruk, daun kunyit
  19. 6 sdm kelapa gongseng
  20. 2 ons gula merah
  21. secukupnya Garam

Cara Membuat:

  1. Cuci dan potong daging sapi.
  2. Peras santan kental lalu masukan ke kuali
  3. Tambah kan bumbu halus dan bumbu pelengkap kemudian aduk aduk sampai mendidih
  4. Setelah mendidih aduk terus sampai santanya sampai agak berminyak, lalu masukan daging sapi nya
  5. Sesekali di aduk aduk sampai santan menyusut, masak kurang lebih 3 jam
  6. Setelah tanak, matikan kompor
  7. Angkat dan sajikan

Selamat mencoba!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini