Waspada! Ideologi Terorisme Dibungkus Setiment Agama Mulai Menyusup

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli mengajak semua pihak untuk mewaspadai ideologi terorisme yang berkaitan dengan sentiment agama.

“Dengan maksud mencapai tujuan mereka, perlu edukasi kepada seluruh masyarakat sehingga menggandeng tokoh-tokoh agama di seluruh Indonesia agar ada interaksi kepada masyarakat dan langkah-langkah moderasi dalam beragama,” katanya.

Ancaman terorisme kata dia, hanya bisa diatasi bersama-sama. Khususnya, seluruh kementerian lembaga, tokoh pemuka agama, dan tokoh masyarakat hingga tokoh adat. Semua pihak harus membangun kekuatan dan ketahanan bangsa dari ideologi-ideologi terorisme.

Menurut dia, ideologi terorisme memiliki karakteristik intoleran, radikal, dan menghalalkan segala cara. Termasuk menggunakan kekerasan untuk menyusupkan ideologinya yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia, yakni Pancasila.

“Kalau anggap ini sebagai virus radikal maka harus menemukan vaksinnya, dan coba membangun semangat penguatan nilai-nilai kebangsaan kita berdasarkan Pancasila dan mengakomodir keberagaman suku, ras, agama, dan golongan. Semangat hidup rukun di tengah keberagaman merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia yang beragam,” kata Boy.

Dia ingin seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan. Tujuannya, pengusung terorisme tidak sampai ke tengah-tengah masyarakat.

“Penting juga mengingatkan bahwa terorisme merupakan kejahatan yang tidak bisa diberikan tempat dan penjara tidak boleh kalah dengan terorisme,” ujarnya.

Boy mengajak seluruh unsur bergandeng tangan, bekerja, berkolaborasi, memerangi segala potensi ancaman yang berkaitan dengan kejahatan terorisme. Aksi terorisme harus diantisipasi.

“Bersama dengan tokoh-tokoh bagaimana terus menjadikan peristiwa kekerasan perkara di masa lalu adalah modal untuk membangun ke depan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini