Waspada! Banjir Kepung Tol Serpong-Bintaro

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Banjir mengepung Jalan Tol JORR Bintaro-Serpong pada Jumat 26 April 2019. Ketinggian air terpantau setinggi 40 cm sekitar pukul 23.02 WIB.

Untuk mengatasi banjir tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengerahkan tim rescue dari pemadam kebakaran dan pompa air.

“Evakuasi dilakukam tim rescue dengan menggunakan perahu karet, 2 mobil pemadam, 12 personel. Untuk sementara kita (kirim) satu perahu karet dan pompa air 1 unit,” kata petugas piket Pemadam Kebakaran Tangerang Selatan, Ismail.

Ismail menambahkan jika petugas pemadam kebakaran dibantu juga oleh BPBD Tangerang Selatan sudah melakukan tindakan. “Informasi awal sekitar habis Magrib dan sudah dilakukan tindakan,” ujarnya.

Akibat banjir, jalanan tersebut tak bisa dilewati kendaraan, baik yang dari arah Bintaro menuju Serpong maupun jalur sebaliknya. Kendaraan yang hendak memasuki gerbang tol diarahkan memutar balik agar melewati jalan lain.

Sedangkan kendaraan yang sudah telanjur di dalam jalan tol diarahkan keluar melalui gerbang tol terdekat.

Sebagai informasi, lokasi banjir terletak di Km 8+400 sampai Km 8+700. Pada pukul 23.02 WIB, lalin arah Serpong dialihkan keluar Pondok Aren KM 04.

“23.02 WIB #Tol_JLJ Pondok Aren KM 08+700 arah Serpong, Jalur DITUTUP SEMENTARA. ada genangan air ± 40 cm, Lalu Lintas arah Serpong dialihkan keluar Pondok Aren KM 04 dan jika terlewat bisa keluar di KM 08+200 di jalur sebaliknya arah Ulujami,” tulis akun Twitter @PTJASAMARGA.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini