Waspada Bahaya Laten Radikal di Kekosongan pada Masa Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penanganan pandemi Covid-19 telah menyita perhatian berbagai pihak sehingga ada ruang kosong yang rentan dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Ketua Umum Patriot Bangsa HM Affan Rangkuti menilai bahwa di situasi inilah yang rentan dimanfaatkan kelompok radikal dan teroris.

“Masa pandemi ini tolak ukur pemikiran publik bagaimana agar bisa kenyang sehingga kekosongan ini bisa memicu kecolongan teroris,” kata Affan dalam Webinar Kebangsaan bertema ‘Peran Ormas Islam Dalam Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan di Masa Pandemi’, Sabtu 20 Februari 2021.

Kelompok-kelompok radikal dan teroris terus mencari celah di tengah kesibukan dalam memerangi pandemi Covid-19. Terlebih dengan adanya tekanan di berbagai bidang berpotensi membuat aparat lengah mengantisipasi hal ini.

Affan juga mengingatkan agar diperlukan upaya optimal untuk mencegah masuknya radikalisme dan terorisme dalam memanfaatkan celah ini. Salah satu caranya dengan melibatkan masyaralat untuk turut berkontribusi.

“Libatkan kelompok nasioanalis jangan hanya ormas Islam,” kata Affan.

Ancaman dari kelompok radikal dan teroris sejatinya sudah terlihat dari beberapa insiden yaitu aksi teror terhadap petugas kepolisian oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), kemudian serangan lone wolf di Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan.

Pengawasan dari pemerintah harus diperkuat terutama di dalam ruang siber mengingat di masa pandemi Covid-19, interaksi lebih dominan terjadi di dunia maya.

Narasi positif harus dikembangkan untuk membangun kepercayaan masyarakat sehingga rasa persatuan terus terjalin utuh dan tetap terjaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gejolak Timur Tengah dan Ketangguhan Energi Nasional

Oleh: Nadira Citra Maheswari *) Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu eskalasi konflik di Timur Tengah dan membayangi perkembangan kebutuhan energi global. Dimana kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini