Waspada, 59 Warga Meninggal Dunia Akibat Demam Lassa

Baca Juga

MATA INDONESIA, ABUJA – Selain pandemi Covid-19, Nigeria kembali dipusingkan dengan wabah demam Lassa. Sejak 3 Januari 2022, pihak berwenang telah melaporkan sebanyak 59 kematian.

Dalam sebuah pernyataan, Pusat Pengendalian Penyakit Nasional (NCDC), badan Nigeria yang bertanggung jawab atas pengelolaan wabah penyakit, mengatakan bahwa sebanyak 19 orang meninggal dalam sepekan terakhir akibat wabah tersebut. Sementara total 358 kasus telah terdeteksi sejak 3 Januari.

Tahun 2021, sebanyak 674 kasus demam Lassa terdeteksi di Nigeria, sementara 102 orang meninggal karena epidemic, melansir Anadolu Agency.

Demam Lassa, yang telah diamati di banyak negara Afrika termasuk Mali, Togo, Ghana, Liberia dan Sierra Leone, pertama kali dilaporkan di Nigeria tahun 1969 di timur laut negara bagian Borno.

Pemerintah Nigeria mengumumkan keadaan darurat terkait demam Lassa pada 23 Januari 2019.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan demam berdarah virus terutama ditularkan ke manusia melalui kontak dengan makanan atau barang-barang rumah tangga yang terkontaminasi dengan urin atau feses dari tikus Mastomys.

Pihak berwenang di Nigeria memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan senantiasa menjaga kebersihan dan tidak bersentuhan dengan tikus atau hewan pengerat lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini