Wapres Sebut Semangat Nyepi Sesuai Imbauan Social Distancing

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 bagi umat Hindu sesuai dengan imbauan Pemerintah untuk menjalankan jaga jarak atau social distancing selama pandemi COVID-19.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin pun berharap perayaan Nyepi di tengah wabah COVID-19 dapat memberikan kekuatan kepada umat Hindu dan seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi cobaan pandemi tersebut. “Spirit Nyepi sejalan dengan seruan social distancing. Perayaan Nyepi yang dijalankan umat Hindu sejatinya menjadi refleksi yang indah bagi kita semua,” kata Wapres Ma’ruf di Jakarta, Rabu 25 Desember 2020.

Sementara itu, perayaan Nyepi di Bali tidak mengadakan pawai Ogoh-Ogoh pada Selasa 24 Maret 2020 atau sehari sebelum Hari Raya, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Masyarakat setempat pun diimbau untuk tetap tinggal di rumah setelah Hari Raya Nyepi berakhir agar upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Pulau Dewata tersebut optimal.

Pada kesempatan yang sama, Ma’ruf mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu di Indonesia. “Saudara2 seluruh umat Hindu di Tanah Air, saya mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942. Kiranya kita tetap diberi kekuatan untuk menghadapi tantangan yang tidak ringan. Namun dengan keyakinan dan kebersamaan, insya allah cobaan ini akan kita dapat lalui,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini