Wapres Ma’ruf Ajak Rakyat Silaturahmi Online saat Lebaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyampaikan, umat Islam di Indonesia agar tetap memperhatikan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 selama momen Idul Fitri.

Ia menyarankan agar silaturahmi yang sebelumnya secara langsung, kini berubah pola menjadi via online atau daring. Dengan memanfaatkan segala kecanggihan teknologi, maka silaturahmi dengan keluarga dan sahabat tetap terjalin.

“Kita terhalang suasana Covid-19, sehingga sulit bersilaturahmi langsung. Tapi syukur Alhamdulillah, sekarang meski tak bertatap muka kita dapat silaturahmi melalui media secara virtual, bisa WAm telepon dan teleconference,” kata Wapres Ma’ruf, Rabu 20 Mei 2020.

Wapres menyebut, pemerintah akan mengganti hari libur Idul Fitri kali ini pada saat Hari Raya Idul Adha. Maka dari itu, Ma’ruf mengimbau agar kegiatan silaturahmi secara langsung dapat ditunda sementara dan diganti pada perayaan Idul Adha.

“Kita bisa menundanya. Insya Allah pemerintah akan menggeser libur lebaran ini. Mungkin ke saat nanti libur panjangnya digeser ke Idul Adha, jadi lebaran haji.,” ujarnya.

Ma’ruf pun mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan sekali lagi mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam melakukan silaturahmi. Dia mengajak masyarakat untuk bersabar.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini