Wajib Tahu! Kanker Serviks Menyerang Wanita Usia Muda, Ini Faktor Pemicunya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Banyak pemikiran diluar sana bahwa kanker serviks biasa menyerang wanita di usia 45 tahun. Namun, nyatanya wanita berusia muda lebih berisiko terkena penyakit ini.

Hal itu diungkap oleh Dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Kramat 128, Dr dr Gatot Purwoto, SpO(K)Onk.

Menurutnya, faktor daya tahan tubuh yang belum kuat jadi penyebabnya. “Mungkin yang pertama bisa daya tahan imun rendah, kedua mungkin karena (kekuatan) virusnya yang tinggi. Tapi yang paling umum sih daya tahan,” katanya mengutip detikcom.

dr Gatot juga menjelaskan, tidak butuh waktu lama untuk virus HPV (human papillomavirus) berkembang menjadi kanker serviks.

“Kalau kita hitung bahwa ada yang kejadian 22 dan 24 tahun sudah ada yang terkena kanker serviks, itu berarti di bawah 5 tahun sudah bisa menjadi (kanker),” katanya.

Namun, dalam teori di bawah 3 tahun masih bisa, dari mulai tertular HPV sampai jadi kanker serviks.

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini