Wajib Tahu! Ini Tanda Orang Terkena Kanker Otak Seperti Agung Hercules

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Aktor sekaligus penyanyi Agung Hercules dikabarkan tengah berjuang menghadapi kanker otak atau Glioblastoma stadium IV yang sedang mengerogotinya. Saat ini dirinya sedang menjalani perawatan di RSUD Tanggerang.  

Bicara mengenai glioblastoma, ini merupakan salah satu dari empat tipe kanker glioma atau jenis tumor yang biasanya muncul di otak atau tulang belakang. Glioblastoma adalah tipe kanker otak paling ganas yang umumnya menyerang orang dewasa. Pertumbuhannya sel kankernya sangat agresif dan menyebar dengan cepat.

Mengutip laman WebMD, glioblastoma terbentuk dari sel-sel berbentuk bintang di otak yang disebut astrocytes. Pada orang dewasa, kanker ini bisanya muncul di bagian terbesar otak atau cerebrum.

Salah satu alasan pertumbuhan Glioblastoma begitu cepat karena kanker ini memiliki suplai darah sendiri. Sel-sel kanker ini sangat mudah menyerang jaringan otak normal.

Laman WebMD juga mencatat, glioblastoma bukanlah tipe kanker otak yang umum. Namun, umumnya kanker ini lebih banyak diderita oleh pria ketimbang wanita. Dan kemungkinan untuk mengidap kanker jenis ini akan bertambah dengan seiring bertambahnya usia.

Tanda-Tanda Glioblastoma

Pertumbuhan dan persebaran kanker yang juga dikenal dengan sebutan glioblastoma multiforme ini begitu cepat dan bisa sangat sulit untuk diobati. Mengutip laman Mayoclinic, seringkali pengobatan jenis kanker ini menunjukkan kemajuan yang lambat.

Penting untuk mengenali tanda-tanda atau gejala munculnya glioblastoma, berikut beberapa tanda yang bisa Anda cermati: Sakit kepala konstan, Kejang, Muntah, Kesulitan berpikir, Perubahan mood atau kepribadian, Pandangan berbayang atau kabur dan Kesulitan bicara

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini