Wajib Tahu! 3 Faktor Penyebab Virus Corona Lebih Berisiko Menginfeksi Seseorang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Walau virus corona disebut tidak lebih mematikan daripada SARS atau MERS, namun untuk tingkat penyebaran sangat cepat sehingga tetap berbahaya bagi kesehatan. Hal ini terutama karena terdapat sejumlah penyebab mengapa virus ini lebih berisiko menginfeksi seseorang.

Prof. Amin Soebandrio, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan bahwa ada tiga hal yang membuat sebuah virus lebih berisiko menginfeksi seseorang dan menyebabkan penyakit.

“Setiap orang memiliki risiko infeksi. Namun risiko infeksi itu dipengaruhi oleh minimum ada tiga faktor,” kata Amin.

  1. Dosis virusnya

Di sini, apabila ada banyak virus yang masuk ke dalam tubuh, maka seseorang lebih berisiko terkena infeksi. Situasi ini rentan terjadi pada para tenaga kesehatan yang menangani pasien secara langsung.

“Misalnya petugas rumah sakit, itu kan kena dosis virus kan banyak, satu hari dia merawat pasien misalnya, jadi terpapar virus,” kata Amin.

  1. Virulensi atau keganasan virus

Dalam kasus SARS-CoV-2, Amin tidak melihat adanya perubahan secara drastis terkait keganasan dalam virus penyebab COVID-19 tersebut.

  1. Kekebalan tubuh manusia

Amin mengatakan, apabila daya tahan tubuh seseorang bagus, risiko infeksinya akan kecil. Untuk itu, dokter spesialis paru Feni Fitriani mengatakan, demi mencegah penyakit, imunitas tubuh haruslah dijaga.

“Artinya semua harus dilakukan secara seimbang. Artinya daya tahan tubuh kita nih yang harus diperbesar,” kata Feni.

Dia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan ini perlu dilakukan secara menyeluruh. Hal ini termasuk istriahat cukup, makan teratur, serta berolahraga secara rutin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini