Waduh! PSSI Dianugerahi Penghargaan Federasi Terbaik oleh AFF, Pantes Nggak?

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Secara mengejutkan, PSSI mendapat penghargaan sebagai federasi terbaik oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) pada Jumat 8 November 2019.

Tentu saja hal ini tampak bertentangan dengan kondisi PSSI yang carut-marut dalam mengurusi persepakbolaan Tanah Air. Belum lagi masalah mafia bola dan pembinaan pemain yang tak jelas, serta sederet konflik di dalamnya.

Penganugerahan penghargaan itu diselenggarakan di Hanoi, Vietnam. Meskipun masuk dalam sejumlah nominasi, yakni untuk federasi terbaik, tim futsal terbaik, dan pemain terbaik, hanya satu penghargaan yang dibawa pulang PSSI.

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria menjadi wakil PSSI untuk menerima penghargaan yang diserahkan wakil presiden AFF Pangeran Brunei Darussalam Sufri Bolkiah.

Berikut daftar peraih penghargaan AFF Awards 2019:

1. Asisten wasit wanita terbaik: Hinthong Supawan (Thailand)

2. Asisten wasit pria terbaik: Ronnie Koh Min Kiat (Singapura)

3. Wasit pria terbaik: Sivakorn Pu Udom (Thailand)

4. Wasit wanita terbaik: Katherine Margaret (Australia)

5. Pemain muda terbaik: Suphanat Muenta (Thailand)

6. Pemain futsal terbaik: Tran Van Vu (Vietnam)

7. Tim futsal terbaik: Thailand

8. Federasi terbaik: PSSI (Indonesia)

9. Timnas putri terbaik: Thailand

10. Timnas putra terbaik: Vietnam

11. Pelatih tim putri terbaik: Nuenggrutai Srathongvian (Thailand)

12. Pelatih tim putra terbaik: Park Hang Seo (Vietnam)

13. Gol terbaik: Syahmi Safari (Malaysia)

14. Pemain putri terbaik: Pitsamai Sornsai (Thailand)

15. Pemain putra terbaik: Nguyen Quang Hai (Vietnam)

16. Best XI: Dang Van Lam (Vietnam), Kottakot Wiriya Udomsiri (Thailand), Que Ngoc Hai (Vietnam), Muhammad Safuwan (Singapura), Muhammad Syahmi Safari (Malaysia), Stephan Schrock (Singapura), Mohammed Syamer Kitty Abba (Malaysia), Sanrawat Dechmir (Thailand), Riko Simanjuntak (Indonesia), Norsahl Idlan (Malaysia), Nguyen Quang Hai (Vietnam).

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini