Virus Corona Jangkit 103 Tahanan di Rutan Kelas 1 Tanggerang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Virus corona menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Kali ini tercatat ada 103 tahanan di Rutan Kelas 1 Tangerang, Jambe, dinyatakan positif corona.

Kepala Seksi (Kasie) Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Tanggerang David Sipahutar mengatakan, ratusan tahanan yang corona itu merupakan data keseluruhan mulai November hingga Desember 2020.

“Kondisi mereka baru diketahui setelah adanya tracing melalui swab test. Dan sampai saat ini, ratusan tahanan) tersebut masih menjalani isolasi,” katanya, Selasa, 15 Desember 2020.

Dalam hal ini, para tahanan itu tidak menjalani perawatan di hotel isolasi yang disediakan pemerintah. Melainkan, mereka menjalani proses isolasi atau penyembuhan di gedung isolasi yang telah disediakan pihak rutan.

“Mereka tetap menjalani isolasi di dalam rutan, kami menyediakan fasilitas ruang isolasi yang mana sesuai dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19. Untuk gedung isolasi yang kami sediakan, kapasitasnya 150 orang, dan sampai saat ini masih mencukupi,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi mengatakan, meski para tahanan menjalani isolasi di dalam rutan, Satgas Kabupaten Tangerang tetap melakukan pemantauan.

“Saat ini keseluruhan pasien itu sudah di dalam ruang isolasi khusus. Kami pantau melalui Puskesmas Jambe,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini