Update Real Count KPU Selasa Siang, Prabowo Semakin Tenggelam

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Real count Pilpres 2019 di laman resmi KPU masih terus berjalan. Data yang masuk sampai saat ini menunjukkan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf masih unggul, sementara paslon 02 tak berdaya mengejar.

Dari pantauan Mata Indonesia News, Selasa 23 April 2019 siang pukul 11.45 WIB, paslon 01 Jokowi-Ma’ruf telah memperoleh suara sebesar 55,12 persen, sementara paslon 02 Prabowo-Sandiaga memperoleh 44,88 persen.

Angka raihan paslon 01 lebih baik dibanding sehari sebelumnya, yakni pada Senin 22 April 2019 siang, Jokowi-Ma’ruf memeroleh suara sebesar 54,86 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 45,14 persen. Artinya, Jokowi semakin melejit, Prabowo semakin tenggelam.

Saat ini, tercatat 16.789.277 suara sudah masuk untuk paslon 01, sedangkan paslon 02 memperoleh 13.668.899 suara, berdasarkan data dari TPS yang masih terus masuk.

Jumlah suara yang sudah terdata baru sekitar 19,78 persen atau baru memuat 160.930 dari 813.250 total TPS yang tersebar di penjuru Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin terus update informasi real count Pilpres 2019 versi resmi KPU dapat mengakses https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini