UNSIKA Gencarkan Sosialisasi Metode Blended Learning di Karawang

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG – Metode blended learning saat ini sedang gencar dilakukan di sejumlah kampus dan sekolah di Indonesia. Metode ini merupakan rancangan dengan menyatukan pembelajaran tatap muka (face to face) dengan pembelajaran online. Tujuan metode ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan kompetensi literasi digital dengan output mencetak lulusan yang bermutu.

Salah satu kampus yang gencar melakukan sosialisasi metode ini adalah Universitas Singa Perbangsa Karawang (UNSIKA). Kampus ini melakukan sosialisasi di Desa Cibuaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan peserta pelatihan guru-guru sekolah.  Sejumlah dosen terjun langsung dalam acara sosialisasi ini. Mulai dari Dr Bambang Ismaya Sag Mpd yang juga ketua PKM UNSIKA dan Dr Abdulloh, juga salah satu dosen di kampus ini.

Acara sosialisasi ini sebenarnya berlangsung luring dan daring. Sekitar 150 guru antusias mengikuti pelatihan ini hingga selesai.

Menurut Bambang, terselenggaranya pelatihan motode ini oleh dosen UNSIKA untuk memunculkan guru-guru penggerak dengan membawa metode yang lebih kekinian. ”ini menjadi tantangan baru bagi guru. Setelah 2 tahun pandemi yang menyebabkan pengajaran full online. Nah dengan metode ini, para siswa akan menikmati pengajaran dengan model hybrid,” katanya.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini