Unilever Tarik Iklan, Saham Facebook-Twitter Ambruk

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Unilever berencana menarik iklan dari Facebook dan Twitter di sisa tahun ini. Efeknya, saham dua raksasa media sosial itu ambruk 7 persen pada perdagangan akhir pekan lalu.

Penarikan iklan ini menurut Unilever adalah karena khawatir dengan banyaknya konten berunsur ujaran kebencian yang berseliweran dia Facebook juga Twitter.

“Kami telah memutuskan bahwa mulai sekarang hingga setidaknya akhir tahun, kami tidak akan menjalankan iklan merek di platform newsfeed media sosial Facebook, Instagram dan Twitter di AS,” tulis pernyataan resmi Unilever, seperti dikutip dari CNN, Minggu 28 Juni 2020.

Kemudian, Unilever juga menyatakan bahwa jika pihaknya terus beriklan di Facebook maupun Twitter, maka tak akan menambah nilai bagi masyarakat.

Keputusan perusahaan itu didorong oleh kekhawatiran atas pidato kebencian dan konten memecah belah pada platform. The Wall Street Journal adalah yang pertama melaporkan berita tersebut.

Tak hanya Unilever, sebagian besar merek lain yang telah mengumumkan boikot iklan di Facebook mengatakan mereka akan menangguhkan iklan untuk bulan Juli, atau setidaknya hingga akhir Juli.

Menyusul Unilever, Procter & Gamble (P&G) yang merupakan pengiklan terbesar di dunia, mengatakan akan menarik iklan dari platform yang menampilkan konten kebencian atau diskriminatif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini