Udinese Tunda Pesta Scudetto Juventus

Baca Juga

MATA INDONESIA, UDINE – Juventus harus menunda pesta Scudetto setelah dikalahkan Udinese. Bianconeri harus menunggu sedikit lebih lama atau bukan tak mungkin kehilangan gelar.

Berlaga di Stadion Friuli, Jumat 24 Juli 2020 dini hari WIB, Juventus dikalahkan Udinese dengan skor 1-2. Sempat unggul lebih dulu melalui gol Matthijs de Ligt, Juventus menelan pil pahit setelah Udinese mampu mencetak dua gol melalui Ilija Nestrovoski dan Seko Fofana.

Juventus sebenarnya bisa memastikan gelar Scudetto andai bisa menaklukkan Udinese. Kini, bukan tak mungkin Cristiano Ronaldo dkk. bisa kehilangan kesempatan emas tersebut karena hanya terpaut enam poin dari Atalanta.

Dengan menyisakan tiga laga lagi, masih ada kemungkinan Juventus disalip tim-tim di bawahnya. Pasalnya, penampilan Si Nyonya Tua menurun sejak kompetisi dilanjutkan pasca-dihentikan karena pandemi Covid-19.

“Itu yang terjadi dalam beberapa laga terakhir, kami kehilangan organisasi dan bentuk permainan. Kami tampil bagus di babak pertama, kemudian kebobolan, dan berusaha keras meraih kemenangan. Tapi itu menyebabkan kami mulai kehilangan organisasi dan kalah,” ujar pelatih Juventus, Maurizio Sarri, dikutip dari Football Italia, Jumat 24 Juli 2020.

“Sulit menemukan keseimbangan saat ini karena semuanya mulai merasakan kelelahan. Kami tidak tampil agresif seperti biasanya karena kelelahan, tapi saya yakin organisasi permainan lebih penting dibandingkan agresivitas,” katanya.

“Pertandingan terasa aneh sejak lockdown karena intensitas berubah drastis. Kami harus belajar dari dari jadwal ini dan berusaha menjaga kebugaran,” tegas Sarri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini