Transaksi Digital di Bank Syariah Indonesia Tembus Rp 40,85 T

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Alhamdullilah, volume transaksi kanal digital PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencapai Rp 40,85 triliun pada triwulan I 2021. Transaksi tertinggi berasal dari layanan BSI Mobile yang naik meningkat 85,23 persen secara year on year.

“Pengembangan ekosistem digital produk dan fitur BSI Mobile akan terus dilanjutkan, dalam waktu dekat diharapkan BSI Mobile dapat dimanfaatkan nasabah dan masyarakat luas untuk mengakses pembiayaan,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangannya, Minggu, 25 April 2021.

BSI mencatat secara umum kenaikan volume transaksi melalui channel digital banking BSI pada triwulan I meningkat 43,3 persen. Selain disumbang oleh transaksi BSI Mobile sebesar 42 persen, kenaikan ditopang aktivitas nasabah pada kanal Internet banking sebesar 24 persen, kartu debit/kredit 17 persen, dan ATM sebesar 14 persen.

Peningkatan transaksi digital disebabkan oleh perubahan perilaku nasabah selama pandemi Covid-19. Pada masa wabah, seluruh kegiatan dipusatkan pada aktivitas yang berbasis teknologi.

Hery menyebut BSI pun telah menghadirkan sejumlah fitur digital untuk mempermudah nasabah menjalani kegiatannya. BSI memiliki fitur pembukaan rekening online dan transfer online. BSI juga menyediakan dukungan untuk aktivitas belanja online, transaksi kode batang atau QRIS, top up pulsa, transaksi token listrik, top up e-wallet, hingga pembayaran sekolah.

Tak hanya itu, Hery mengatakan BSI Mobile memiliki BSI Tabungan E-Mas dan juga Gadai Emas via Online sebagai instrumen investasi dan pendanaan. Untuk kebutuhan sosial, seperti zakat, infaq, sedekah, dan wakaf, BSI memiliki layanan tertentu.

Pada momentum Ramadan, BSI mensosialisasikan pembayaran zakat dengan memanfaatkan teknologi QRIS. Layanan ini bisa menekan tingkat penyebaran Covid-19 karena meminimalisasi pertemuan antar-orang. Hery melanjutkan, BSI juga akan mendorong inklusi keuangan syariah di masjid dan pesantren melalui fitur-fitur digital.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini